Pages

Minggu, 22 April 2007

Resume Pengantar Manajemen Richard L. Daft : Chapter 16 Kepemimpinan dalam Organisasi


Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi orang untuk mencapai tujuan organisasi.
Kekuasaan adalah kemampuan yang berpotensi untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Ada 3 aspek penting :
Ø  Pengaruh - berarti terdapat hubungan diantara orang-orang dan tidak pasif (mempengaruhi dan dipengaruhi)
Ø  Orang - melibatkan banyak orang (anggota organisasi)
Ø  Tujuan - ada suatu maksud mencapai tujuan

Sumber Kekuasaan
Kepemimpinan VS Manajemen
         Salah satu perbedaan utama  karakteristik pemimpin dan manajer adalah berkaitan dengan sumber wewenang/kekuasaan dan tingkat pemenuhan yang ditimbulkan diantara para pengikutnya.
         Kekuasaan/wewenang à Kemampuan yang berpotensi untuk mempengaruhi orang lain
Kekuasaan Pemimpin-Manajer
Pemimpin
VS
Manajer
Kekuasaan pemimpin datang dari sumber pribadi (internal) yang tidak diinvestasikan organisasi  (minat, tujuan, nilai pribadi, dll) à mendorong adanya visi, kreativitas, termasuk perubahan dalam organisasi.
Kekuasaan seorang manajer datang dari posisi seseorang dalam struktur organisasi à kekuasaan tersebut mendorong adanya ketertiban, stabilitas, termasuk penyelesaian masalah dalam organisasi tersebut.
Jiwa
         Visioner
         Penuh Gairah
         Kreatif
         Fleksibel
         Penuh Inspirasi
         Inovatif
         Berani
         Imajinatif
         Suka mencoba
         Mencetuskan perubahan
         Kekuasaan pribadi
Pikiran
         Rasional
         Berkonsultasi
         Persisten
         Menyelasaikan masalah
         Watak keras
         Analitikal
         Tersetruktur
         Tenang
         Menstabilisasi
         Kekuasaan posisi
Sumber : Genevieve Capowsky “Anatomy of the Leaders : where are the leader tomorrow ?” Management Review, March 12th 1994

Jenis-Jenis Kekuasaan
ü  Kekuasaan Posisi
Kekuasaan yang datang dari organisasi yang memiliki wewenang untuk mempengaruhi perilaku bawahan.
Bentuk kekuasaan posisi :
Æ      Kekuasaan yang Sah (Legitimate Power)
Kekuasaan yang berasal dari posisi manajemen formal dalam organisasi dan kekuasaan yang diberikan.
Æ      Kekuasaan Penghargaan (Reward Power)
Kekuasaan yang merupakan hasil dari kekuasaan untuk memberikan penghargaan kepada orang lain.
Æ      Kekuasaan Koersif (Coercive Power)
Kekuasaan yang berasal dari kekuasaan untuk menghukum atau merekomendasikan hukuman.


ü  Kekuasaan Pribadi
Kekuasaan yang berasal dari sumber-sumber internal seperti pengetahuan khusus dan karakteristik kepribadian.


Ada dua tipe :
Æ      Kekuasaan Ahli (Expert Power)
Kekuasaan yang berasal dari pengetahuan khusus atau ketrampilan dalam tugas-tugas yang dikerjakan bawahan.
Æ      Kekuasaan Pengacu
Kekuasaan yang berasal dari karakteristik-karakteristik yang membangkitkan pengenalan, rasa hormat dan kekaguman para bawahan, serta keinginan untuk melebihi pemimpin.
Saat bawahan mengagumi supervisor tentang cara-cara menghadapi mereka, maka pengaruh tersebut didasarkan pada Kekuasaan Pengacu (Refferent Power)

Karakteristik Kepemimpinan
Karakteristik adalah pribadi yang istimewa, seperti intelijensi, nilai-nilai, dan penampilan.
Studi Iowa University - Pemimpin Otoriter vs Pemimpin Demokratis
Pemimpin Otoriter
Pemimpin Demokratis
Pemimpin yang cenderung memusatkan otoritas dan mengandalkan kekuasaan sah, penghargaan dan koersif untuk mengaturpara bawahannya.
Pemempin yang mendelegasikan otoritas untuk orang lain, mendorong adanya partisipasi, dan mengandalkan kekuasaan ahli serta kekuasaan pengacu untuk mengatur para bawahannya.



Pendekatan - Pendekatan Perilaku
ª      Studi –Studi Ohio State
Dengan melakukan survei terhadap berbagai pemimpin. Ada dua perilaku utama :
§  Pertimbangan (Consideration)
Tipe perilaku yang mendeskripsikan sejauh mana pemimpin sensitif terhadap para bawahan, menghormati ide-ide perasaan mereka serta membangun kepercayaan mutual.
§  Struktur Awal (Initiating Structure)
Tipe perilaku pemimpian yang mendeskripsikan sejauh mana pemimpin berorientasi pada tugas dan mengarahkan aktivitas-aktivitas kerja bawahan untuk mencapai tujuan.
ª      Studi Michigan
Pendekatan didasarkan dengan membandingkan perilaku para supervisor yang efektif dan tidak efektif.
Ada sebutan untuk dua tipe pemimpin :
Pemimpin yang terpusat pada :
Karyawan
Pekerjaan
Para pemimpin yang membangun tujuan kinerja yang tinggi dan menampilkan perilaku yang sportif terhadap bawahan.
Para pemimpin yang cenderung kurang perhatian terhadap pencapaian tujuan dan kebutuhan manusiawi serta lebih menyukai jadwal rapat, menjaga biaya tetap rendah, dan mencapai efisiensi produksi.

Penelitian yang dilakukan mengarah pada :
  1. Supervisor yang paling efektif adalah berfokus pada kebutuhan manusiawi bawahan guna “membangun kelompok kerja yang efektif dengan tujuan kinerja tinggi”
  2. Supervisor kurang efektif, pemimpin yang terpusat pada pekerjaan, yang cenderung kurang perhatian pada tujuan dan kebutuhan manusiawi, menjaga biaya tetap rendah

ª      Studi University of Texas – Dimensi Kepemimpinan
Blake & Mouton mengusulkan kepemimpinan 2 dimensi (leadership grid) à perhatian pada orang/karyawan dan produksi.
Leadership Grid (Blake-Mouton)
1.      Manajemen Tim (9,9) à gaya yang dipilih manajer/pimpinan bila bekerjasama dalam mengerjakan tugas.
2.      Manajemen country club (1,9) à penekanan manajer/pimpinan pada orang2 daripada hasil kerja.
3.      Manajemen kekuasaan pemenuhan (9,1) à saat efisiensi operasi adalah unsur dominan.
4.      Manajemen tengah jalan (5,5) à perhatian yang cukup pada orang2 dan pekerjaan.
5.      Manajemen miskin (1,1) à pengerahan sedikit usaha berkenaan hubungan antar personal dan penyelesaian pekerjaan.

Pendekatan – Pendekatan Kontinjensi
Pendekatan Kontinjensi adalah model kepemimpinan yang mendeskripsikan hubungan antara gaya kepemimpinan dan situasi-situasi organisasional tertentu.
§  Teori Kontinjensi Fiedler
   Mencocokkan gaya kepemimpinan dengan situasi paling menguntungakan untuk keberhasilannya. Landasannya, sejauh mana gaya pemimpin berorientasi pada hubungan atau pada tugas.
Ide dasar : cocokkan gaya PEMIMPIN dengan SITUASI yang paling menguntungkan untuk keberhasilan organisasi

Pemimpin yang berorientasi pada
Hubungan
Tugas
Para pemimpin yang memperhatikan orang-orang.
Para pemimpin yang termotivasi oleh penyelesaian tugas.

         Gaya kepemimpinan à sejauh mana gaya pemimpin berorientasi pada hubungan atau tugas.
        Seorang pemimpin berorientasi pada hubungan berarti  memperhatikan orang-orang.
        Seorang yang berorientasi pada tugas maka orang tersebut termotivasi pada penyelesaian tugas
         Situasi à situasi kepemimpinan dapat dilihat dari 3 elemen.
        Hubungan Pemimpin-Anggota à Saat bawahan mempercayai, memiliki keyakinan pada pemimpin maka dianggap hubungannya baik. Begitu juga sebaliknya
        Struktur Tugas à
      Struktur tugas tinggi adalah pekerjaan rutin yang jelas prosedurnya.
      Struktur tugas rendah adalah sebaliknya. Struktur tugas tinggi lebih menguntungkan pemimpin, begitu juga sebaliknya
        Kekuasaan Posisi à Sejauh mana pemimpin memiliki kekuasaan formal pada bawahan. Kekuasaan tinggi artinya, mampu merencanakan, mengatur kerja bawahan, mengevaluasi, memberi imbalan/sanksi. Begitu juga sebaliknya. Kekuasaan tinggi dianggap menguntungkan pimpinan.
         Pemimpin harus tahu 2 hal (agar bisa menggunakan teori kontingensi) :
        Pemimpin harus tahu dia memiliki gaya yang berorientasi pada hubungan atau pada tugas
        Pemimpin harus mendiagnosis situasi dan menentukan apakah 3 hal diatas menguntungkan ataukah tidak menguntungkan.

§  Teori Situasional - Hersey and Blanchard
Teori Situasional adalah pendekatan kontinjensi terhadap kepemimpinan yang menghubugkan gaya perilaku pemimpin dengan kesiapan tugas para bawahannya.
Ada 4 tingkat kesiapan karyawan :
1.      Kenneth BlanchardTingkat Kesiapan Rendah à gaya memerintah dibutuhkan saat bawahan tingkat kesiapan rendah (kemampuan, ketrampilan rendah)
2.      Tingkat Kesiapan Sedang à gaya menjual lebih cocok (kurang memiliki pengalaman dan pendidikan). Tidak sekedar perintah tapi masukan bawahan dan klarifikasi tugas lebih jelas, termasuk mampu memotivasi
3.      Tingkat Kesiapan Tinggi à Gaya Partisipatif
4.      Tingkat Kesiapan Sangat Tinggi à Gaya Delegasi

§  Teori Alur Tujuan (Path Goal Theory)
Pedekatan Kontinjensi Kepemimpinan yang menjelaskan bahwa tanggung jawab pemimpin adalah meningkatkan motivasi para bawahan dengan mengklarifikasi perilaku-perilaku yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas dan mendapat penghargaan.
Menurut Path-goal theory, tanggung jawab pemimpin adalah meningkatkan motivasi para bawahan untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi dan organisasi
Pekerjaan pemimpin adalah meningkatkan kenaikan gaji atau upah bawahan atas pencapaian tujuan dan menjadikan alur mencapai kenaikan gaji lebih jelas dan mudah ditempuh.




Karakteristik Pemimpin
      Karakteristik (traits) à karakteristik pribadi yang istimewa dari pemimpin (intelejensi, penampilan, nilai-nilai)
      Muncul  pendekatan “the great man approach” à ide sederhana yakni mencari tahu apa yg menjadikan seseorang hebat.
      Studi ini menekankan pada sifat dan sikap seorang pemimpin dan selanjutnya digunakan sebagai acuan utk pelatihan dan pengambangan calon pemimpin
      Beberapa peneliti mengamati karakteristik melalui kepemimpinan yang otokratik vs demokratik

Pendekatan Perilaku
Ø  Studi Ohio State mengidentifikasi ada 2 perilaku utama :
±  Struktur Awal (Initiating Structure)  : Pemimpin berorientasi pada tugas dan mengarahkan aktifitas kerja bawahan untuk mencapai tujuan organisasi
±  Pertimbangan (Consideran) : Tingkat dimana pemimpin sadar akan para bawahan, menghormati ide dan perasaan bawahan, membangun kepercayaan mutual.


Perilaku Pemimpin
¥  Kepemimpinan Suportif
Perilaku pemimpian yang menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan dan kebutuhan pribadi bawahan.
¥  Kepemimpinan Direktif
Perilaku pemimpin yang muncul ketika pemimpin memberitahu para bawahan apa yang harus mereka kerjakan.
¥  Kepemimpinan Partisipatif
Pemimpin berkonsultasi dengan para bawahannya tentang keputusan-keputusan.
¥  Kepemimpinan yang Berorientasi pada Pencapaian
Perilaku pemimpin yang muncul ketika pemimpin menentukan tujuan yang jelas dan menantang bagi bawahan.

Mengubah Kepemimpinan : Kepemimpinan Karismatik dan Visioner
  1. Kepemimpinan Kharismatik dan Visioner
Pemimpin Karismatik adalah seorang pemimpin yang memliki kemampuan untuk memotivasi para bawahan agar meningkatkan kinerja yang diharapkan.
Visi adalah masa depan yang atraktif dan ideal yang dapat dipercaya tetapi belum tercapai.
  1. Pemimpin Transformasional
Pemimpin Transformasional adalah pemimpin yang dibedakan dengan kemampuan khusus untukmendatangkan inovasi dan perubahan.


  1. Memimpin Lingkungan Kerja yang Baru
         Terdapat 4 area minat khusus pada “kepemimpinan di lingkungan kerja yang baru”  (konsep baru) yakni :
1.      Kepemimpinan Tingkat 5
2.      Cara memimpin wanita
3.      Kepemimpinan virtual
Kepemimpinan Virtual adalah lingkungan kerja yang virtual dimana para karyawan bekerja jauh satu sama lain dan dari para pemimpin.
4.      Kepemimpinan pelayan
Pemimpin Pelayan adalah Pemimpin yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan para bawahan dan mencapai misi organisasi yang lebih besar.


Kepemimpinan Interaktif adalah pemimpin yang berciri oleh nilai-nilai seperti pengikutsertaan, kolaborasi, pembangunan hubungan dan perhatian.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Archive

Blogroll

Ini adalah aneka tugas kuliah yang saya kerjakan dan saya dapatkan saat kuliah Manajemen tahun 2006 hingga lulus. Hampir sepuluh tahun yang lalu. Koreksilah dahulu, cocokkan dulu dengan bahasannya dan jangan asal kopi-paste, karena bisa saja edisi bukunya berbeda sehingga soal-soalnya berbeda dan akhirnya jawabannya juga berbeda. Adanya gini, jangan minta lebih. Kalau mau perfect ya kerjakan sendiri. Tugas-tugas saya ini hanya sebagai penunjang yang fungsinya supporting, bukan sebagai tulang punggungnya. Gunakan dengan bijak, semoga bermanfaat.

About