Pages

Minggu, 28 September 2014

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) STATISTIK BISNIS : PENGARUH MUSIK TERHADAP INTESITAS BELAJAR MAHASISWA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang Masalah
Masuk ke Perguruan Tinggi Negeri merupakan dambaan bagi semua calon mahasiswa, apalagi jika fakultas yang diterima merupakan pilihan utama. Tidak hanya siswa tersebut yang bangga tetapi orang tua siswa itu pun ikut senang melihat putra atau putrinya lolos masuk di Perguruan Tinggi Negeri. Tersedianya berbagai macam fasilitas yang tak kalah canggihnya dengan Perguruan Tinggi Swasta, tentunya dengan biaya SPP yang relatif jauh lebih murah.
Dikarenakan banyaknya siswa yang berminat untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri, maka persaingan pun semakin tajam. Mereka berusaha mencari bagaimana agar dapat lolos seleksi dengan berbagai macam cara yang mereka tempuh baik melalui PMDK umum, prestasi, maupun SPMB. Banyak sekali strategi yang mereka lakukan, salah satunya yakni dengan menggunakan musik sebagai teman mereka belajar. Selain menambah semangat mereka belajar, berdasarkan penelitian, musik bisa juga menambah daya ingat orang yang mendengarnya. Sehingga kita tidak cepat lekas menjadi pikun.
Kebiasaan mendengarkan musik sambil belajar tersebut masih mendarah daging hingga di bangku kuliah saat ini. Tak jarang metode belajar dengan musik masih menjadi favorite mahasiswa, khususnya di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga. Oleh sebab itu, saya akan melakukan penelitian mengenai pengaruh musik bagi intensitas belajar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga.
1.2. Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
1.      Apakah dengan mendengarkan musik
2.      Apakah pemilihan pekerjaan setelah mereka lulus nanti berdasarkan dengan jenis kelamin Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga?
1.3      Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1.          Untuk mengetahui hubungan pemilihan jurusan tersebut terhadap prestasi yang dapat diraih oleh Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga.
2.       Untuk mengetahui keterkaitan antara jenis pekerjaan yang ingin diperoleh dengan jenis kelamin.
1.4      Manfaat Penelitian
Manfaat dari hasil penelitian ini adalah:
  1. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi dan dapat memperdalam ilmu pengetahuan bagi kita semua terutama dalam mata kuliah Statistik Bisnis.
  2. Sebagai bahan renungan kita semua terutama bagi calon mahasiswa baru untuk tidak memilih dan mencoba-coba suatu jurusan di luar minat mereka.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1     Landasan Toeri
2.1.1.   Pengertian Metode Parametrik dan Non Parametrik
            Statistika : Ilmu mengumpulkan, menata, menyajikan, menganalisis, dan menginterprestasikan data menjadi informasi untuk membantu pengambilan keputusan yang efektif.
Metode parametrik : metode yang prosedurnya dilandasi asumsi – asumsi tertentu, antara lain data harus terdistribusi secara normal dan data yang digunakan berupa data kuantitatif dengan skala interval dan rasio. 
Metode non parametrik : teknik yang tidak membuat asumsi-asumsi yang mengikat mengenai bentuk dari distribusi populasi.
Keunggulan dan kelebihan stastisik nonparametrik :
1. Kemungkinan salah dalam penggunaan relatif kecil karena kebanyakan prosedur    nonparametrik tidak memerlukan asumsi-asumsi yang ketat.
2.Untuk beberapa prosedur nonparametrik perhitungan-perhitungan dapat dilaksanakan dengan
cepat dan mudah.
3. Umumnya bagi para peneliti dengan dasar matematika dan statistika yang kurang, konsep- konsep dan metode-metode nonparametrik mudah dipahami
4. Prosedur-prosedur nonparametrik boleh diterapkan bila data telah diukur dengan skala pengukuran yang lemah.
Kekurangan dan kelemahan statistika nonparametrik :
1. Karena perhitungan-perhitungan yang dibutuhkan untuk kebanyakan prosedur nonparametrik cepat dan sederhana, prosedur-prosedur ini kadang-kadang digunakan untuk kasus-kasus yang lebih tepat bila ditangani dengan prosedur-prosedur parametrik.
2. Meskipun prinsip perhitungan dalam statistik nonparametrik dipandang sederhana namun pekerjaan  aritmetikanya sendiri seringkali membutuhkan banyak  tenaga dan bersifat menjemukan.
2.1.2.  Pengertian Data Kuantitatif dan Kualitatif
               Data kuantitatif merupakan data yang dapat diukur diukur dalam skala numerik (angka). Pada umumnya, dikategorikan menjadi 2 :
1. Data Interval : Data yang dapat diukur dengan jarak di antara dua titik pada skala    yang sudah diketahui. Contoh : Suhu udara berkisar antara 0 – 100 derajat C.
2. Data Rasio : Data yang diukur dengan satu proporsi. Contoh : Presentase
    pengangguran di propinsi Jatim pada tahun 2004.
Data kualitatif dapat diartikan sebagai data yang tidak dapat diukur dengan skala numerik. Dan pada umumnya, data kualitatif dibagi menjadi dua bentuk kategori, yaitu:
1.      Data nominal yaitu suatu data yang dinyatakan sebagai ukuran dalam bentuk kategori dengan posisi yang derajatnya sama
2.      Data ordinal yaitu suatu data yang dinyatakan dalam bentuk kategori dengan posisi yang tidak sama derajatnya, karena dinyatakan dalam skala peringkat dan biasanya ditunjukkan dengan angka atau huruf

                                        Pengertian Uji ANOVA
ANOVA merupakan singkatan dari Analisys Of Variance, dimana analisis ini menggunakan analisis varian sebagai prosedur yang digunakan untuk menguji perbandingan rata-rata antara beberaoa kelompok data. Selain itu, analisis varian univariat (ANOVA) hanya terdapat satu variabel dependen (tergantung).
Seandainya, variabel independen yang digunakan pada ANOVA hanya ada satu, maka disebut dengan one-way ANOVA. One-way ANOVA merupakan uji hipotesis kesamaan rata-rata antara dua grup atau lebih. Datanya merupakan nilai variabel faktor yang harus integer (data ketegori) dan variabel independen harus kuantitatif. Sedangkan asumsi yang digunakan adalah tiap grup merupakan suatu sampel acak dari populasi yang normal independen dan grup tersebut harus berasal dari populasi dengan varian yang sama.
2.1.4.   Pengertian Uji Kesamaan Variabel
Merupakan suatu uji yang digunakan untuk menguji asumsi kesamaan variabel-variabel yang ada dalam suatu penelitian. Di mana, uji ini menggunakan uji Lavene’s dalam SPSS.
2.1.5.   Pengertian Uji Lanjut
Uji lanjut merupakan suatu proses yang digunakan untuk mengetahui rata-rata yang berbeda secara signifikan dan uji ini dapat dilihat dari uji tukey dalam SPSS.
2.2    Hipotesis dan Model Analisis
2.2.1.  Hipotesis
Pengujian hipotesis : pernyataan mengenai satu atau beberapa populasi.
Hipotesis terdiri atas :
1.Hipotesis riset : hipotesis yang dirumuskan oleh seorang peneliti ahli yang biasanya bukan seorang ahli statistika. Oleh sebab itu hipotesis riset sering merupakan hasil dugaan atau kecurigaan yang didasarkan atas pengamatan secara lama dan cermat oleh si peneliti ahli tsb.
Misalnya : seorang guru curiga berdasarkan pengalaman mengajarnya selama bertahun-tahun, bahwa kondisi fisik tertentu di kelas bisa menghambat proses belajar. Kecurigaan ini menimbulkan hipotesis riset seperti : siswa-siswa kelas tiga akan memperoleh nilai tinggi pada ulangan matematik jika suhu di kelas tidak lebih dari 23° C.
2.Hipotesis statistik terdiri atas : hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1).    Hipotesis nol : hipotesis yang kita uji.
   Hipotesis alternatif : pernyataan tentang sesuatu yang hampir kita yakini kebenarannya. Biasanya (namun tidak selalu) hipotesis alternatif sama dengan hipotesis riset.
Uji hipotesis terdiri atas dua sisi dan satu sisi. Untuk melakukan pengujian hipotesis, seorang peneliti harus memilih statistik uji yang tepat. Statistik uji merupakan statistik yang akan digunakan untuk menerima atau menolak H0.

Dalam penelitian ini menggunakan hipotesis antara lain:
Berdasarkan pilihan
Ho        : varian ketiga sampel tidak berbeda
H1        : varian ketiga sampel berbeda

Ho        : rata-rata intensitas matkul yag tidak lulus menurut pilihan tidak     berbeda
H1        : rata-rata intensitas matkul yang tidak lulus menurut pilihan berbeda

Ho        : rata-rata intensitas matkul yag tidak lulus menurut pilihan, i = j (tidak berbeda)
H1        : rata-rata intensitas matkul yag tidak lulus menurut pilihan, i ≠ j (berbeda)


2.2.2.  Model Analisis
                        Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan uji kesamaan variebel untuk mengetahui kesamaan dalam variabel yang ada dalam penelitian ini. Kemudian, untuk mengetahui perbedaan rata-rata intensitas mata kuliah yang tidak lulus Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga menggunakan uji ANOVA dan selanjutnya menggunakan uji lanjut.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1.   Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lavene’s test untuk mengetahui kesamaan variabel, F test untuk mengetahui rata-rata gaya belajar serta Tukey test untuk pendekatan lebih lanjut.
3.2.      Identifikasi Variabel
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu variabel independen dan variabel dependen. Variabel independennya adalah cara belajar dan gaya belajar, sedangkan variabel dependennya adalah intensitas waktu yang digunakan untuk belajar.
3.3.      Jenis Data
Data yang digunakan merupakan data kualitatif yaitu data yang tidak dapat dikur dengan skala numerik dan dikategorikan menjadi dua data antara lain data nominal yang derajatnya sama dan data ordinal yang derajatnya berbeda.
3.4.      Prosedur Pengumpulan Data
Usaha yang dilakukan untuk mengumpulkan data yang diperlukan guna melakukan penelitian ini adalah dengan survey lapangan menggunakan kuisioner yang disebarkan di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga.
3.5.      Prosedur Penentuan Sampel
Penentuan sampel dalam penelitian ini berdasarkan kriteria sebagai berikut:
1.      Merupakan sampel acak yang diambil dari populasi yang normal independen
2.      Harus berasal dari populsi dengan varian yang sama
3.      Setiap kelompok sampel yang diambil jumlahnya harus sama

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.   Berdasarkan Pilihan Jurusan
4.1.1.   Uji Kesamaan Varian
1.      Hipotesis
Ho  : varian keempat sampel tidak berbeda
H1  : varian keempat sampel berbeda
2.      α yang digunakan adalah 0,05
3.      Statistik uji menggunakan Laveve’s test
4.      Ho akan ditolak jika sign < 0,05
5.      Hasil SPSS yaitu sign. = 0,016
6.      Sign < 0,05 à maka Ho ditolak dan H1 diterima
4.1.2.   Uji ANOVA
1.      Hipotesis
Ho  : rata-rata intensitas belajar menurut gaya belajar tidak berbeda
H1  : rata-rata intensitas belajar menurut gaya belajar berbeda
2.      α yang digunakan adalah 0,05
3.      Statistik uji menggunakan F test
4.      Ho akan ditolak jika sign < 0,05
5.      Hasil SPSS yaitu sign. = 0,968
6.      Sign > 0,05 à maka Ho diterima dan H1 ditolak
4.1.3.   Uji Lanjut
1.      Hipotesis
Ho  : rata-rata intensitas belajar menurut gaya belajar, i = j (tidak berbeda)
H1  : rata-rata intensitas belajar menurut gaya belajar, i ≠ j (berbeda)
2.      α yang digunakan adalah 0,05
3.      Statistik uji menggunakan Tukey test
4.      Daerah kritis Ho akan ditolak jika sign < 0,05
5.      Hasil SPSS yaitu sign > 0,05 à Ho diterima

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

1.1.      Kesimpulan
5.1.1        Berdasarkan Pilihan Jurusan
1.1.1.1.         Uji Kesamaan Varian
Kesimpulan yang dapat diambil dari uji kesamaan varian yaitu bahwa Ho ditolak dan H1 diterima. Artinya, bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada intensitas belajar terhadap keempat gaya belajar yang ada karena hasil dari signifikan uji kesamaan varian adalah 0,016.
1.1.1.2.         Uji ANOVA
Untuk uji ANOVA, kesimpulannya adalah bahwa Ho diterima dan H1 ditolak yang artinya tidak terdapat perbedaan rata-rata intensitas yang belajar  signifikan antara keempat gaya belajar yang ada, baik antara belajar sendiri, belajar dengan kelompok serta memanggil guru les maupun kombinasi antara ketiga gaya belajar yang telah disebutkan tadi.
1.1.1.3.         Uji Lanjut
Uji lanjut mempunyai kesimpulan yang berbeda dengan kedua uji di atas yaitu dalam uji lanjut rata-rata intensitas belajar dengan menggunakan keempat gaya belajar ternyata tidak mempunyai perbedaan yang signifikan antara gaya belajar yang satu dengan yang lain.
1.2.      Saran
Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas di atas adalah sebagai berikut:
1.      Intensitas belajar terhadap gaya belajar sendiri, belajar dengan berkelompok, belajar dengan memanggil guru les maupun kombinasi ketiga jenis gaya belajar mempunyai perbedaan yang sangat signifikan. Jadi, akan lebih baik jika kita sebagai Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga memilih intensitas belajar yang sesuai dengan gaya belajar yang akan digunakan. Sehingga dapat memperoleh hasil yang maksimal.
2.      Intensitas belajar juga mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap cara belajar yang dilakukan menjelang UTS maupun UAS. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian pada BAB III. Oleh karena itu, kita sebaiknya memperhatikan intensitas belajar kita sehingga cara belajar yang kita gunakan tidak salah. Dari hasil penelitian di atas cara belajar yang paling banyak digunakan adalah hand out dan kombinasi antara hand out, catatan maupun soal-soal merupakan cara yang efektif yang dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga. Dan tidak ada salahnya jika kita mencoba menggunakan cara belajar tersebut.







DAFTAR LAMPIRAN

-          KUISIONER ............................................................................................................vi
-          TABEL HASIL SURVEY.....................................................................................vii
-          OUTPUT SPSS   .....................................................................................................x

DAFTAR PUSTAKA

Ritonga, Abdul Rahman. 1992. Korelasi dalam Statistik Non Parametrik. No.1 : 2-3
Anang Kurnia (http://web.ipb.ac.id/anangk)

KUISIONER

Umur   :                       L / P
Jurusan:
  1. Apakah anda sena
a. Ya                                  b. Tidak
  1. Apakah anda merasa nyaman berada pada jurusan tersebut?
a. Ya                                  b. Tidak
  1. Apakah anda merasa puas dengan IPK yang anda peroleh selama ini?
 a. Ya                                  b. Tidak
  1. Berapa mata kuliah yang tidak lulus selama kuliah di UNAIR?
  2. pekerjaan apa yang anda inginkan setelah lulus dari UNAIR nanti?                        
 a. wiraswasta                     b. pegawai


TABEL HASIL SURVEY

No.
Pilihan Jurusan
Jenis Kelamin
Usia
Jumlah Mata Kuliah yang Tidak Lulus
Pekerjaan ingin dicapai
1
2
P
19
3
Wiraswasta
2
1
P
19
2
Pegawai
3
1
P
19
0
Wiraswasta
4
1
P
19
2
Wiraswasta
5
2
P
19
5
Lain - lain
6
2
P
19
3
Wiraswasta
7
2
P
19
4
Wiraswasta
8
2
P
19
6
Wiraswasta
9
1
P
20
3
Pegawai
10
1
P
20
2
Pegawai
11
1
P
20
1
Wiraswasta
12
1
P
20
6
Lain - lain
13
2
P
20
2
Wiraswasta
14
2
P
20
2
Wiraswasta
15
1
P
20
3
Pegawai
16
1
P
20
3
Wiraswasta
17
1
P
20
4
Wiraswasta
18
2
P
19
3
Wiraswasta
19
1
P
19
2
Lain - lain
20
1
P
19
5
Wiraswasta
21
1
P
19
2
Wiraswasta
22
3
P
19
1
Lain - lain
23
2
P
19
2
Wiraswasta
24
2
P
19
2
Wiraswasta
25
1
P
19
1
Pegawai
26
2
L
19
1
Wiraswasta
27
2
L
19
1
Wiraswasta
28
3
L
19
3
Wiraswasta
29
2
L
20
1
Wiraswasta
30
2
L
20
2
Wiraswasta
31
1
L
20
3
Wiraswasta
32
2
L
20
5
Pegawai
33
2
L
20
1
Wiraswasta
34
1
L
20
2
Wiraswasta
35
1
L
20
2
Wiraswasta
36
2
L
20
2
Wiraswasta
37
2
L
20
2
Wiraswasta
38
1
L
20
1
Wiraswasta
39
2
L
20
3
Wiraswasta
40
1
L
20
3
Wiraswasta
41
1
L
20
3
Wiraswasta
42
1
L
20
2
Wiraswasta
43
2
L
20
2
 Pegawai
44
2
L
20
2
Pegawai
45
2
L
19
1
Wiraswasta
46
1
L
19
0
Wiraswasta
47
2
L
19
2
Wiraswasta
48
1
L
19
2
Wiraswasta
49
3
L
19
3
Wiraswasta
50
2
L
19
3
Wiraswasta

Keterangan:
1.      Jumlah sampel: 50 orang Mahasiswa Fakultas Universitas Airlangga
2.      Berdasarkan jenis kelamin : sampel terdiri dari 25 mahasiswa perempuan dan 25 mahasiswa laki-laki
3.      Berdasarkan usia : sampel terdiri dari 25 mahasiswa berumur 20 tahun dan 25 mahasiswa berumur 19 tahun

4.      Untuk mata kuliah yang tidak lulus dimisalkan : 1 =” 0-2”
   2 =” 3-5”

3 =” >5”
 

Blogroll

Ini adalah aneka tugas kuliah yang saya kerjakan dan saya dapatkan saat kuliah Manajemen tahun 2006 hingga lulus. Hampir sepuluh tahun yang lalu. Koreksilah dahulu, cocokkan dulu dengan bahasannya dan jangan asal kopi-paste, karena bisa saja edisi bukunya berbeda sehingga soal-soalnya berbeda dan akhirnya jawabannya juga berbeda. Adanya gini, jangan minta lebih. Kalau mau perfect ya kerjakan sendiri. Tugas-tugas saya ini hanya sebagai penunjang yang fungsinya supporting, bukan sebagai tulang punggungnya. Gunakan dengan bijak, semoga bermanfaat.

About