Pages

Senin, 16 April 2007

Tugas Pengantar Manajemen Pengambilan Keputusan Manajerial : Nilai Toefl Mahasiswa Manajemen

Latar belakang masalah
           
Pada era globalisasi ini kemampuan berbahasa Inggris merupakan kemampuan standar yang harus dimiliki oleh para pekerja yang berkecimpung baik dalam perusahaan berskala nasional maupun multinasional. Banyak perusahaan yang menjadikan kemampuan berbahasa asing sebagai nilai tambah yang akan diperhitungkan dalam perekrutan karyawan. Dengan melihat fakta yang ada di lapangan, seharusnya para generasi muda (dalam hal ini adalah mahasiswa) seharusnya menyadari pentingnya menguasai bahasa asing khususnya bahasa Inggris.
Akan tetapi kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, banyak mahasiswa yang  belum menyadari hal ini akan mempengaruhi masa depan mereka di persaingan dunia kerja. Banyak mahasiswa fresh graduate belum mendapatkan pekerjaan atau menunggu cukup lama untuk memperoleh pekerjaan hanya karena terganjal oleh persyaratan tersebut. Oleh karena itu diperlukan adanya kerja sama antara lembaga pendidikan, sumber daya manusia, serta pihak terdidik agar dapat memenuhi permintaan pasar dunia kerja saat ini.
            Banyak hal yang harus dibenahi agar para mahasiswa yang sudah siap bekerja dapat memenuhi permintaan pasar lowongan pekerjaan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menggunakan lembaga pendidikan (universitas) sebagai tempat untuk melatih dan membiasakan para mahasiswa untuk menggunakan bahasa Inggris.  Langkah selanjutnya adalah menyiapkan sumber daya manusia dalam hal ini adalah para pengajar agar menguasai bahasa Inggris sehingga para tenaga pengajar ini dapat mengkondisikan situasi di mana mahasiswa dapat membiasakan menggunakan bahasa Inggris.
Selain langkah di atas, hal yang paling penting adalah adanya kesadaran dari mahasiswa akan pentingnya menguasai bahasa Inggris sebagai syarat mutlak yang harus dimiliki untuk memasuki dunia kerja. Apabila kesadaran ini tidak timbul, maka langkah – langkah yang telah dilakukan akan menjadi percuma. 
           



Dalam penulisan makalah ini, penulis memfokuskan ruang lingkup pada mahasiswa Universitas Airlangga fakultas Ekonomi jurusan Manajemen. Dilihat dari hasil tes TOEFL beberapa tahun ini yang dilaksanakan saat penerimaan mahasiswa baru terlihat sebagian besar mahasiswa jurusan Manajemen dinyatakan tidak lulus tes TOEFL yang berarti bahwa standar nilai TOEFL yang dimiliki oleh mahasiswa jurusan Manajemen kurang dari 450 (standard yang ditetapkan oleh universitas).
Hal ini berbanding terbalik dengan hasil tes untuk mahasiswa Akuntansi yang memiliki prosentase kelulusan lebih besar dari mahasiswa Manajemen. Berdasarkan kenyataan ini maka tidak salah jurusan Akuntansi memiliki kelas khusus yang disebut kelas internasional yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sedangkan jurusan Manajemen belum berani melakukan langkah tersebut karena belum siapnya para mahasiswa. Padahal dengan dibukanya kelas internasional tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi para lulusan fakultas Ekonomi Airlangga. Berdasarkan nilai hasil tes TOEFL yang telah dilakukan maka terlihat penurunan yang cukup signifikan dalam hal kemampuan menggunakan bahasa Inggris tidak hanya bagi mahasiswa jurusan Manajemen.
Hal ini menimbulkan suatu ironi yang cukup menggelitik karena seharusnya kemampuan menggunakan bahasa Inggris lebih penting dimiliki oleh para mahasiswa Manajemen daripada mahasiswa Akuntansi karena pada saat bekerja nanti para lulusan Manajemen lebih membutuhkan kemampuan ini untuk berkomunikasi daripada lulusan dari jurusan Akuntansi. Oleh sebab itu, seharusnya mulai dilakukan pembenahan dalam struktur jurusan Manajemen agar mahasiswa dari jurusan Manajemen dapat memiliki nilai lebih yaitu dalam hal menggunakan bahasa Inggris     








Langkah – langkah pengambilan keputusan

Ø  Pengakuan terhadap persyaratan keputusan
Adanya penurunan kemampuan menggunakan bahasa Inggris di kalangan mahasiswa jurusan Manajemen. Hal ini sangat mempengaruhi kualitas mahasiswa di masa mendatang. Akibatnya adalah mahasiswa dengan kemampuan berbahasa Inggris rendah akan memerlukan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan pekerjaan.

Ø  Diagnosis dan analisis penyebab
Diagnosis adalah salah satu langkah dalam proses pengambilan keputusan, di mana pemimpin / manajer menganalisis faktor – faktor sebab akibat yang mendasari dan berhubungan dengan situasi pengambilan keputusan. Berikut ini adalah serangkaian pertanyaan untuk menspesifikasikan sebab – sebab yang mendasari kasus tsb :
o   Sejak kapan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa fakultas Ekonomi jurusan Manajemen menurun ?
o   Bagaimana hal ini bisa terjadi ?
o   Apa yang menjadikan masalah ini begitu penting ?
o   Apakah dampak yang terjadi terkait dengan hal ini ?
o   Apakah masalah ini mempengaruhi jangka waktu untuk mendapatkan pekerjaan ?
Pemimpin / manajer membuat kesalahan fatal apabila tidak melakukan tahap kedua ini dan langsung ke tahap selanjutnya karena dengan adanya serangkaian pertanyaan di atas maka kita dapat menjelaskan permasalahan yang terjadi. Melalui tahap kedua ini seorang pemimpin / manajer dapat menganalisis kasus sebelum melangkah ke tahap yang berikutnya dan dapat membuat kebijakan – kebijakan strategis berdasarkan pemikiran yang sudah ada.



Ø  Pengembangan alternatif
Alternatif solusi yang dapat dilakukan :
o   Menetapkan kemampuan berbahasa Inggris sebagai salah satu prasyarat kelulusan.
o   Membiasakan mahasiswa untuk memakai literatur berbahasa Inggris.
o   Mengadakan kegiatan tutorial bahasa Inggris yang diwajibkan bagi mahasiswa dengan nilai TOEFL kurang dari 450.
o   Mengadakan kegiatan kursus bahasa Inggris dengan harga yang terjangkau.
o   Meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya dapat berkomunikasi dengan bahasa Inggris.
o   Mengadakan sertifikasi TOEFL secara berkala dalam periode setahun.   

Ø  Pemilihan alternatif yang diharapkan
Berdasarkan kenyataan di lapangan dan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih terbatas, maka penulis memilih beberapa solusi dari tahap pengembangan alternatif yang menyediakan solusi terbaik dengan sasaran menyeluruh dan dengan menggunakan sumber daya seminimal mungkin tapi dengan tingkat resiko dan ketidakpastian paling sedikit. Maka penulis memilih solusi sebagai berikut, yaitu :
o   Menetapkan kemampuan berbahasa Inggris sebagai salah satu prasyarat kelulusan.
o   Membiasakan mahasiswa untuk memakai literature berbahasa Inggris.
o   Mengadakan kegiatan tutorial bahasa Inggris yang diwajibkan bagi mahasiswa yang nilai TOEFL kurang dari 450.

Ø  Implementasi alternatif yang dipilih
Untuk mewujudkan solusi yang telah dipilih keptusan pertama yang harus diambil adalah membentuk satu tim baru yang ditugaskan untuk mengimplementasikan solusi yang telah dipilih dan mempertimbangkan berbagai alternatif untuk meningkatkan kemampuan menggunakan bahsa Inggris di kalangan mahasiswa jurusan Manajemen. Tim ini akan berisikan para dosen yang pernah kuliah di luar negeri sehingga dapat dipastikan terbiasa menggunakan bahasa Inggris baik dalam hal berkomunikasi secara aktif maupun kemampuan berbahasa Inggris secara pasif dalam memahami literatur Ekonomi berbasis Inggris. Perubahan pertama yang paling mudah dilakukan adalah mewajibkan semua dosen yang mengajar menggunakan literatur berbahasa Inggris walaupun  kuliah disampaikan dalam bahasa Indonesia. Secara tidak langsung hal ini akan melatih kemampuan menggunakan bahasa Inggris di kalangan mahasiswa, karena mahasiswa harus memahami literatur berbahasa Inggris maka secara tidak langsung dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris secara pasif. Langkah selanjutnya adalah mengadakan kegiatan tutorial bahasa Inggris yang diwajibkan bagi mahsiswa yang memiliki TOEFL kurang dari 450. kegiatan ini diharapkan dapat melatih kemampuan berbahasa Inggris secara aktif yang nantinya akan digunakan untuk berkomunikasi sehari – hari. Diharapkan dengan dijalankannya kedua progam ini dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris di kalangan mahasiswa baik secara pasif dalam memahami literatur Ekonomi maupun secara aktif dalam hal berkomunikasi. Sehingga apabila kedua hal ini dapat ditingkatkan maka persyaratan TOEFL di atas 450 sebagai standar kelulusan bukanlah sesuatu yang berat dan sulit diwujudkan.            

Ø  Evaluasi dan umpan balik
Setelah tim terbentuk dan progam – progam yang telah ditentukan melalui lima tahapan di atas dijalankan maka semua hal di atas akan terlihat hasilnya saat mahasiswa mengajukan skripsi dan melakukan tes TOEFL sebagai prasyarat kelulusan. Melalui tes tersebut akan terlihat prosentase mahasiswa yang memiliki TOEFL di bawah 450 dan di atas 450. dari hal tersebut dapat ditarik kesimpulan apakah progam yang dicanangkan telah berjalan dengan baik atau diperlukannya perbaikan – perbaikan baik di bidang sumber daya manusia maupun infrastruktur yang ada.   




0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Archive

Blogroll

Ini adalah aneka tugas kuliah yang saya kerjakan dan saya dapatkan saat kuliah Manajemen tahun 2006 hingga lulus. Hampir sepuluh tahun yang lalu. Koreksilah dahulu, cocokkan dulu dengan bahasannya dan jangan asal kopi-paste, karena bisa saja edisi bukunya berbeda sehingga soal-soalnya berbeda dan akhirnya jawabannya juga berbeda. Adanya gini, jangan minta lebih. Kalau mau perfect ya kerjakan sendiri. Tugas-tugas saya ini hanya sebagai penunjang yang fungsinya supporting, bukan sebagai tulang punggungnya. Gunakan dengan bijak, semoga bermanfaat.

About