Pages

Senin, 06 November 2006

Makalah Makroekonomi : TEORI DAN KEBIJAKAN PERTUMBUHAN EKONOMI


A. Teori-teori Pertumbuhan Ekonomi
        Pertumbuhan ekonomi menggambarkan ekspansi GDP potensial atau output nasional negara. Analisis mengenai pertumbuhan ekonomi meneliti  faktor-faktor yang menyebabkan pertumbuhan output potensial dalam jangka panjang. Pertumbuhan output per kapita merupakan sasaran penting pemerintah karena berkaitan dengan peningkatan rata-rata riil pendapatan dan standar-standar hidup.
            Dengan meninjau kembali pengalaman bangsa-bangsa tanpa memperhatikan ruang dan waktu, dapat dilihat bahwa ekonomi bergulir dengan empat roda pertumbuhan ekonomi, yaitu: (a) kuantitas dan kualitas tenaga kerja, (b) keberlimpahan lahan dan sumber daya alam lainnya, (c) persediaan modal terakumulasi, dan mungkin yang paling penting, (d) perubahan teknologi dan inovasi yang memungkinkan adanya output yang lebih besar yang diproduksi dengan input yang sama. Seringkali para ekonom membahas hubungan itu sebagai fungsi produksi agregat (Aggregate Production Function / APF), yang menghubungkan total output nasional dengan input dan teknologi. Secara aljabar APF adalah:
Q = AF (K, L, R)
dimana Q = output, K = jasa-jasa produktif modal, L = input tenaga kerja, R = input sumber daya alam, A menggambarkan tingkat teknologi dalam ekonomi, dan F adalah fungsi produksi.
            Model-model klasik Smith dan Malthus menguraikan perkembangan ekonomi dari sudut pandang lahan dan jumlah penduduk. Ekuilibrium Malthusian tercapai apabila tingkat upah turun ke taraf nafkah hidup cukup, yang jika di bawah taraf itu penduduk tidak dapat menopang hidupnya. Akan tetapi, pada kenyataannya perubahan teknologi mempertahankan kemajuan perkembangan ekonomi di negara industri dengan terus menggeser produktivitas tenaga kerja ke atas.
            Akumulasi modal dengan tenaga kerja komplementer merupakan inti dari teori pertumbuhan modern dalam model pertumbuhan neoklasik. Pendekatan ini menggunakan alat yang dikenal sebagai fungsi produksi agregat, yang menghubungkan input dan teknologi dengan total GDP potensial. Tanpa perubahan teknologi dan inovasi, peningkatan modal per buruh (pendalaman modal) tidak akan diimbangi oleh peningkatan output per buruh yang proporsional karena berkurangnya keuntungan atas modal. Karena itu, penumpukan modal akan menurunkan tingkat keuntungan atas modal (sama dengan suku bunga riil dalam persaingan bebas risiko) meskipun meningkatkan upah riil. 

B. Kebijakan Pertumbuhan dan Stabilitas
            Anggaran belanja adalah sistem yang digunakan oleh pemerintah dan organisasi untuk merencanakan dan mengontrol pengeluaran dan penerimaan. Anggaran belanja adalah surplus (atau defisit) ketika pemerintah memiliki penerimaan yang lebih (atau kurang) dari pengeluaran. Kebijakan makroekonomi bergantung pada kebijakan fiskal, yang mencakup keseluruhan pembelanjaan dan pajak.


            Keuangan publik modern membedakan antara defisit struktural dan siklikal. Idenya sederhana: bagian struktural anggaran belanja aktif,yang ditentukan oleh kebijakan seperti kebijaksanaan berkenaan dengan taraf pajak, pekerjaan umum atau pengeluaran pendidikan, atau ukuran pembiayaan pertahanan. Sebaliknya, bagian siklikal dari anggaran belanja ditentukan secara pasif oleh keadaan siklus bisnis, yaitu sejauh mana tingkat pendapatan dan output nasional tinggi atau rendah.
            Anggaran belanja aktual mencatat pengeluaran aktual, penghasilan dan defisit pada waktu tertentu. Anggaran belanja struktural menghitung apa yang akan terjadi dengan penghasilan, pengeluaran, dan defisit pemerintah jika perekonomian dioperasikan pada output potensial. Anggaran belanja siklikal adalah perbedaan antara anggaran belanja aktual dan anggaran belanja struktural. Anggaran belanja siklikal menghitung dampak siklus bisnis pada anggaran belanja, memasukkan efek siklus pada penghasilan, pengeluaran, dan defisit. Untuk mengkaji kebijakan fiskal, kita harus memperhatikan defisit struktural; perubahan dalam defisit siklikal adalah hasil perubahan ekonomi, sementara defisit struktural adalah penyebab perubahan ekonomi.
            Negara-negara menghadapi dua pertimbangan dalam menentukan kebijakan moneter dan fiskal; tingkat yang sesuai dari permintaan agregat dan campuran moneter-fiskal. Campuran kebijakan moneter dan fiskal membantu menentukan komposisi dari GDP. Strategi investasi tinggi membutuhkan anggaran surplus dengan tingkat bunga riil yang rendah.
            Setelah revolusi Keynesian, banyak ahli ekonomi memiliki harapan tinggi pada kebijakan stabilisasi counter siklikal. Dalam prakteknya, kebijakan fiskal terbukti meruoakan alat yang sulit dipakai, terutama karena kesulitan meningkatkan pajak dan memotong pengeluaran pada masa inflasi.
            Tren saat ini pada negara-negara adalah penargetan inflasi bagi kebijakan moneter, yang merupakan sistem fleksibel berdasar aturan yang menentukan target inflasi jangka menengah sementara mengijinkan adanya fleksibilitas jangka pendek ketika kejutan ekonomi membuat upaya mempertahankan target inflasi kaku terlalu mahal.
            Kemampuan suatu negara dalam meningkatkan standar hidupnya sepanjang waktu tergantung hampir sepenuhnya pada kemampuannya untuk meningkatkan teknologi dan modal yang digunakan angkatan kerjanya. Mendorong pertumbuhan ekonomi melibatkan pemajuan teknologi. Peran utama dari pemerintah adalah menjamin pasar bebas, melindungi hak milik intelektual, mendorong kompetisi ketat, dan mendukung ilmu dan teknologi dasar.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Archive

Blogroll

Ini adalah aneka tugas kuliah yang saya kerjakan dan saya dapatkan saat kuliah Manajemen tahun 2006 hingga lulus. Hampir sepuluh tahun yang lalu. Koreksilah dahulu, cocokkan dulu dengan bahasannya dan jangan asal kopi-paste, karena bisa saja edisi bukunya berbeda sehingga soal-soalnya berbeda dan akhirnya jawabannya juga berbeda. Adanya gini, jangan minta lebih. Kalau mau perfect ya kerjakan sendiri. Tugas-tugas saya ini hanya sebagai penunjang yang fungsinya supporting, bukan sebagai tulang punggungnya. Gunakan dengan bijak, semoga bermanfaat.

About