Pages

Senin, 25 September 2006

Jawaban Mikroekonomi Samuelson Questions For Discussion : Microeconomics Chapter

1.               Dapat kita ketehui bersama bahwa yang dimaksud dengan   “warm  heart” adalah suatu sikap yang tetap memperhatikan kepentingan orang lain yang masih dapat kesulitan dalam bidang ekonomi.Bila kita       uraikan lebih jauh lagi “warm heart” adalah sikap yang selalu           memikirkan kesusahan dan penderitaan orang lain.
                        Berbeda dengan istilah “cool heads”disini dapat saya asumsikan sebagai suatu sikap yang menggunakan analisis untuk memecahkan suatu permasalahan ekonomi yang dihadapi. Dengan begitu dia dalam memecahkan suatu permasalahan ekonmi selalu dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang dan selalu ditinjau dari      segala sudut pandang yang ada sehingga menghasilkan suatu keputusan yang dapat diandalkan dan terpercaya.
                        Bila kita lihat pendapat dari Alfred Marshall disini dia berharap ekonom-ekonom yang ada tidak hanya memakai “cool heads” yang     kebanyakan mereka pakai tetapi mereka diharuskan agar juga memakai warm heart”. Yang dimaksud disini adalah ekonom diharuskan selain menggunakan analisis yang akurat dan selalu berprinsip pada hukum ekonomi yang selau mengambil untung tetapi          juga harus memikirkan dampak keputusan tersebut terhadap masyarakat yang sedang kesulitan di bidang ekonomi.
                        Hal ini dapat dicontoh seperti berikut ini :
                        Ada seorang manajer produksi yang menginginkan laba yang paling maksimal dengan menekan biaya produksinya ketitik palang minimum. Tetapi hal tersebut memaksa manejer tersebut mengganti bahan baku yang ada dengan kualitas rendah.Seperti dia mengurangi bahan baku susu untuk pembuatan kue tart. Sehingga disini nilai gizi kue tersebut menurun.disini dapat kita katakana bahwa manejer tersebut memakai “cool heads” tetapi tidak memakai “warm heart”-nya.
                        Bila saya ditanya apakah anda sependapat dengan pendapat            A.Marshall saya akan menjawab setuju. Hal ini dikarenakan kita          sebagaipengusaha bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada tetapi juga membantu mereka yang sedang kesulitan ekonomi dengan cara tetap memegang teguh pada kualitas barang yang kita produksi.

2.               Menurut saya pendapat dari George S. tersebut termasuk dalam      ekonomi positif. Hal ini dikarenakan pendapat tersebut adalah suatu fakta yang dapat dibuktikan dalam hukum PRODUCTION-POSSIBILITY FRONTIER(PPF). Didalam teori tersebut mengatakan bahwa bila kita menambah produksi suatu barang tertentu(progresif) maka secara otomatis kita pasti mengurangi produksi barang lain. Maka dalam hal ini proses produksi kita akan tidak efisien hal ini dikarenakan kita hanya memenuhi satu kebutuhan saja dan tidak berusaha tidak memenuhi kebutuhan secara merata. Hal ini dapat dibuktikan dalam hukum Gossen yang mengatakan nilai dari suatu kebutuhan akan selalu menurun kepuasannya bila di penuhi secara terus menerus sehingga dalam hal ini tidak akan terjadi “PPF”.
                  Bila kita berusaha menghubungkan pendapat George S. dengan       pendapatnya A.Marshall pada pertanyaan no 1, menurut saya hanya ada sedikit hubungan antar dua pendapat tersebut. Menurut saya kita akan berhasil mencapai suatu progresif(kenaikan) tanpa mengurangi efesiensi bila kita menambah input kita berupa teknologi untuk  pengolahan sumber daya alam yang ada lebih besar lagi. Dan proses diatas hanya bisa dilakukan dengan “cool heads” yang diimbangi oleh “warm heart”. Singkatnya pendapat dari A.Marsahll mendukung pendapat dari George S.

3.               PPF adalah jumlah maximum produksi yang dapat dicapai oleh suatu perekonomian, asalkan pengetahuan teknologi dan jumlah inputsnya tersedia.
      Contoh:
Alternatif Kemungkinan Produksi
Kemungkinan
Shirt
Haircut
A
194
60
B
190
100
C
182
180
D
150
500
E
100
1000

      Catatan: Pada kemungkinan “C” terjadi PPF

                  Scarcity adalah sebuah situasi dimana barang terbatas jumlahnya    dengan jumlah kebutuhan yang harus terpenuhi yang tidak terbatas. Jadi bila dirinci ulang maka jumlah alat pemuas     kebutuhan yang terbatas yang berupa barang atau jasa dengan jumlah kebutuhan yang harus dipenuhi yang tidak terbatas.
      Contoh: Bangsa Indonesia mempunyai stok beras untuk kebutuhan dalam negeri sejumlah 10 juta ton beras selama satu tahun ini. Tetapi         jumlah kebutuhan untuk memenuhi masyarakat sejumlah 200juta jiwa       lebih kurang dengan kebutuhan 20 juta ton beras. Dalam hal ini Indonesia akan mengalami scarcity beberapa bulan terakhir pada tahun ini

                  Efisiensi Produksi adalah suatu keadaan dimana suatu perekonomian tidak dapat memproduksi suatu barang tanpa mengurangi produksi barang lain
      Contoh: Dengan banyaknya sumber daya alam sebanyak 100 unit   yang di pergunakan untuk memproduksi senjata dan makanan dengan        keadaan PPF-nya sebesar 50 unit untuk senjata dan 50 unit untuk    makanan. Tetapi Negara ini mau perang dengan negara lain maka   Negara tersebut memperbanyak memproduksi senjata dengan mengambil sebagian sumber daya alam untuk makanan dipergunakan untuk membuat senjata sehingga di peroleh senjata 70 unit dan           makanan 30 unit. Keadaan tersebutlah yang menurut saya sebagai   Efesiensi Produksi.

                  Inputs adalah komoditi atau jasa yang berguna untuk memproduksi barang atau jasa.
      Contoh: Sumber daya alam(SDA), Sumber daya manusia(SDM), dan skill.

                  Outputs adalah berbagai barang atau jasa yang berguna yang dihasilkan dari proses produksi.
      Contoh: Output dapat berupa barang dan jasa. Outputs barang seperti barang kebutuhan sehari-hari(minyak goreng, gula, garam ddl),pakaian, dan papan. Sedangkan outputs dalam bentuk jasa dapat berupa jasa taxi, bemo, dll.

4.               Perbedaan yang paling terlihat antara orang kaya yang selalu sibuk dengan pekerjaannya dengan orang miskin yang tidak ada pekerjaan dan selalu menganggur dirumah tanpa melakukan apa-apa adalah cara mereka memanfaafkan waktu yang mereka punya dalam sehari untuk dimanfaatkan melakukan hal-hal yang berguna seperti mengerjakan pekerjaannya.
                  Seperti contoh: A adalah seorang pengusaha yang sukses dan ia seorang direktur sekaligus pemilik modal terbesar dalam suatu perusahaan tersebut. Sehingga dia mempunyai tanggung jawab yang besar dalam perkembangan perasahaannya. Disini A selalu berusaha mencipkan suatu ide-ide baru untuk produk barang perusahaan. Dia selalu menciptakan ide-ide tersebut sewaktu ruang senggangnya dirumah. Sedangkan B adalah seorang tukang berjualan pangsit yang daerah pemasarannya hanya berdiam diri saja disuatu tempat saja. Dan dia hanya menunggu pelanggan disuatu tempat itu saja tanpa mencarinya ditempat lainnya. Bila kita tinjau dari kedua orang tersebut ada perbedaan yang sangat mencolok bukan karena yang satu direktur dan yang satu berjualan pangsit tetapi disini ada perbedaan dan penggunaan efeksitas waktu dalam hidupnya.Si A mempunyai pengaturan penggunaan efektifitas waktu yang lebih baik dari pada si B. Hal ini dikarenakan si A lebih baik memanfaatkan waktunya untuk memikirkan kemajuan usahanya sedangkan si B dia hanya berdiam diri dan tidak memikirkan bagaimana cara untuk mengembangkan usahanya. Seharusnya bila si B dapat memanfaatkan efektifitas penggunaan waktunya dengan cara berjualan berkeliling dar pada hanya berualan di satu tempat saja. Bila saja si B menerapkan efektifitas waktunya maka dia akan lebih banyak mendapatkan pelanggan dan lebih mengembangkan usahanya.
                  Itulah contoh orang dalam menggunakan efektifitas waktunya dalam sehari. Dalam kasus si A disini dia akan mempunyai waktu sedikit untuk istirahat dan berkumpul dengan keluarganya sehingga dalam kasus si A mengalami Kelangkaan(scarcity) dalam waktunya dalam sehari. Oleh sebab itu Si A harus pandai-pandai mencari cara untuk lebih mengekonomiskan waktunya agar dapat melakukan hal lainnya dalam hidupnya.
                  Mungkin ada beberapa cara yang dapat Si A lakukan untuk lebih mengekonomiskan waktunya yaitu:
a)      Mereka  harus lebih mengefektifkan penggunaan waktu mereka dengan cara mengatur sedamikian rupa jadwalnya agar dalam sehari itu tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Sehingga dia akan mempunyai waktu sisa untuk melakukan hal lainnya.
b)      Mereka harus dapat memanfaatkan waktunya dengan melakukan hal-hal yang berguna dan mereka harus mempunyai prinsip tidak menunda-tunda pekerjaan yang ada. Sehingga di kemudian hari tidak ada tumpukan tugas dihari sebelumnya.
c)      Sebaiknya mereka tidak melakukan semua pekerjaan sendirian. Mereka seharusnya menunjuk orang yang dapat dipercaya untuk membantu pekerjaanmu. Dengan begitu terdapat pembagian tanggung jawab dan beban pekerjaan dengan orang tersebut. Dan dengan begitu ada sisa waktu yang dapat dipegunakan untuk melakukan hal lainnya


5.               Dengan sumberdaya waktu  yang tersedia sebanyak 1000 jam. Dengan outputnya untuk membuat 1 buah baju(shirt) dengan waktu 5 jam dan dengan memotong rambut(haircut) 1 orang dengan waktu 0,5 jam.

Alternatif Kemungkinan Produksi
Kemungkinan
Shirt
Haircut
A
194
60
B
190
100
C
182
180
D
150
500
E
100
1000

Catatan: Pada kemungkinan “C” terjadi PPF

6. 
7. 
      Keterangan: B” adalah kurva dimana masih ada banyak persediaan sumber daya alam yang tersedia untuk melakukan proses produksi. “A” adalah kurva dimana jumlah sumber daya alam menurun dari kurva “B” karena dipakai secara terus menerus dalam proses produksi tanpa adanya                                                    penambahan jumlah sumber daya alam yang disebakan tidak berkembangnya teknologi untuk menunjang penambahan tersebut.
“C” adalah kurva dimana disini terdapat peningkatan dari batas PPF dari kurva semula “B”.hal ini dikarenakan pada kurva berikut ini terdapat     penambahan sumber daya alam untuk proses produksi          dengan didukung oleh adanya teknologi yang secara terus menerus berkembang.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Archive

Blogroll

Ini adalah aneka tugas kuliah yang saya kerjakan dan saya dapatkan saat kuliah Manajemen tahun 2006 hingga lulus. Hampir sepuluh tahun yang lalu. Koreksilah dahulu, cocokkan dulu dengan bahasannya dan jangan asal kopi-paste, karena bisa saja edisi bukunya berbeda sehingga soal-soalnya berbeda dan akhirnya jawabannya juga berbeda. Adanya gini, jangan minta lebih. Kalau mau perfect ya kerjakan sendiri. Tugas-tugas saya ini hanya sebagai penunjang yang fungsinya supporting, bukan sebagai tulang punggungnya. Gunakan dengan bijak, semoga bermanfaat.

About