Pages

Senin, 11 September 2006

Konsep KETUHANAN

A.  Siapakah Tuhan Itu?
Tuhan dalam bahasa Arab disebut Ilah yang berarti ma’bud (Yang disembah). Pengertian Tuhan berdasarkan Islam (tauhid), ialah Dzat Yang Maha Esa, tidak ada lagi Tuhan kecuali Dia. Dia Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah 2:163.

Artinya: “Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Q. S 2:163)
Hal ini berarti Dia lah Dzat Yang Maha Kuasa, yang menetapkan segala ketentuan untuk seluruh makhluk dan hanya kepada-Nya manusia muslim menyembah dan memohon pertolongan. Allah yang menentukan syari’ah bagi umat manusia dengan wahyu yang disampaikan kepada nabi Muhammad SAW sebagai agama. Wahyu ini membedakan antara agama Allah (revealed religion) dengan agama budaya yang dirumuskan oleh manusia (natural/cultural religion). Pernyataan tersebut dijelaskan oleh Allah SWT sendiri dengan firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Al-An’am 6:102

Artinya: “(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu, tidak ada Tuhan selain Dia; pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.” (Al-An’am 6:102)
            Allah sebagai pencipta semesta alam, Pencipta langit dan bumi, menumbuhkan beragam butir tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan, mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-An’am 6:95

Artinya: “Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?” (Al-An’am 6:95)
            Allah adalah Maha Perkasa dan Maha Mengetahui. Dialah yang menyisingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, menjadikan matahari dan bulan untuk perhitungan, menjadikan bintang-bintang sebagai petunjuk dalam kegelapan baik di daratan maupun di lautan. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-An’am 6:96

Artinya: “Dia menyisingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagu Maha Mengetahui.” (Al-An’am 6:96)
            Sesungguhnya Allah adalah pemelihara segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, tidak satu pun yang terlepas dari pengawasan-Nya. Sungguh luas kekuasaan Allah dan ilmu-Nya.
            Allah adalah Dzat Yang Maha Esa. Bukan saja Esa dalam jumlahnya,melainkan Esa dalam wujud-Nya, sifat-Nya dan perbuatan-Nya. Tidak ada sekutu bagi Allah dan tidak ada yang serupa dengan-Nya. Hal ini ditegaskan oleh firman-Nya dalam surat Al-Ikhlas 112:1-4. dan ditegaskan pula bahwa barang siapa yang beranggapan bahwa Allah mempunyai sekutu atau anak, dia adalah berdusta. Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan.


B.   Sejarah Pemikiran Manusia Tentang Tuhan
Anthony F. C. Wallace mendefinisikan agama sebagai seperangkat upacara yang diberi rasionalisasi mitos, dan yang menggerakkan kekuatan-kekuatan supernatural dengan maksud untuk mencapai atau untuk menghindarkan suatu perubahan keadaan atau alam. Definisi ini mengandung suatu pengakuan bahwa, kalau tidak dapat mengatasi masalah serius yang menimbulkan kegelisahan mereka, manusia berusaha menyelesaikannya dengan memanipulasikan makhluk dan kekuatan supernatural.
Untuk mudahnya, makhluk-makhluk tersebut dapat kita klasifikasikan menjadi 3 kategori :
·         DEWA dan DEWI
Dewa dan Dewi adalah makhluk-makhluk penting yang agak jauh dari manusia. Biasanya mereka dianggap mengendalikan alam semesta. Masing-masing mereka itu berkuasa atas bagian-bagian tertentu dari alam semesta. Demikianlah Dewa dan Dewi Yunani pada zaman dahulu, contoh:
-Dewa Zeus                 : Dewa langit
-Dewa Poseidon          : berkuasa atas lautan
-Dewa Hades              : pemegang kekuasaan di dunia bawah (neraka) dan memerintah orang-orang yang sudah meninggal.
Di samping 3 Dewa tersebut ada banyak Dewa lain, yang masing-masing juga berhubungan khusus dengan aspek-aspek tertentu dari kehidupan dan alam semesta.

·         Arwah Leluhur
Kepercayaan kepada Allah leluhur sejalan dengan pengertian yang tersebar  luas bahwa makhluk manusia terdiri atas 2 bagian, yaitu: tubuh dan dan suatu jenis roh penghidupan.
Di mana ada kepercayaan tentang arwah leluhur, maka makhluk-makhluk tersebut sering dianggap masih tetap secara aktif menaruh perhatian kepada masyarakat dan bahkan menjadi anggotanya. Seperti orang-orang yang masih hidup, arwah leluhur iru dapat bersikap baik atau bermusuhan kepada kita, tetapi orang-orang tidak pernah tau pasti tentang apa yang diperbuat oleh mereka. Oleh sebab itu, orang-orang sering mengadakan ritual-ritual dengan berbagai macam sesajian untuk pemujaan arwah-arwah leluhur dengan tujuan mencegah kemurkaan mereka.
·       Makhluk Spiritual – bukan manusia
Pada zaman dahulu, orang-orang percaya bahwa dunia ini tidak hanya dihuni oleh manusia, tetapi juga makhluk-makhluk spiritual yang memiliki kekuatan supranatural.
Adanya keyakinan tersebut mengakibatkan munculnya beberapa paham, seperti:
-Animisme
 kepercayaan yang menganggap bahwa alam semesta dijiwai oleh segala macam roh. Binatang dan tumbuh-tumbuhan semua dapat memiliki jiwa sendiri-sendiri. Sama halnya dengan sumberair, gunung, batu, dan lain-lain. Roh-roh yang bersangkutan itu sangat bermacam-macam. Ada yang mempesona, menakutkan, menarik hati, bahkan jahat. Karena mereka dapat senang atau jengkel terhadap perbuatan manusia, orang terpaksa harus menaruh perhatian kepada mereka.
-Animatisme
kepercayaa adanya kekuatan yang melebihi keadaan natural, biasanya terdapat pada seseorang atau barang. Barang tersebut biasanya dianggap sebagai jimat yang dapat menjauhkan pemiliknya dari berbagai macam malapetaka.
Seiring dengan berjalannya waktu, penganut kepercayaan tersebut mulai berkurang. Hal ini dikarenakan para penyiar agama sudah mulai menyebar ke seluruh dunia. Orang-orang yang pada awalnya hanya meyakini adanya kekuatan supernatural di balik alam semesta ini, mulai percaya adanya Tuhan Yang Maha Esa. Paham ini biasa disebut monotheisme. Yaitu, hanya ada 1 Tuhan yang menguasai seluruh jagad raya dan seisinya.

C.  Pembuktian Wujud Allah
Walaupun manusia telah menghayati wujud Allah melalui ciptaan-Nya, pengalaman batin atau fitrah yang dialaminya sendiri, mereka masih saja menginginkan pembuktian secara langsung dengan bertatap muka. Bahkan nabi Musa sekalipun. Walaupun beliau adalah utusan Allah, beliau pernah memohon kepada Allah agar menampakkan diri kepadanya. Kisah ini diriwayatkan dalam Al Qur’an Surat Al-A’raf:143

Oleh karena segala usaha manusia dalam pembuktian wujud Allah itu tetap nisbi dan terbatas, maka pembuktian hanya perlu dicari dari satu-satunya sumber yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.
Dalam rangka mengembangkan keimanan kepada Allah, cara falsafi yang sesuai dengan syari’at Islam adalah dengan menggunakan dalil nidham (kerapian susunan alam) yang disebut juga dalil “Innayah Wal-Ikhtira”. Adapun dalil inayah adalah teori yang mengarahkan manusia agar mampu menghayati wujud Allah melalui penghayatan dan pemahaman manfaat alam untuk manusia.











Hasil penelitian ilmiah yang mendalam menyatakan bahwa alam ini sesuai sekali dengan keperluan hidupmanusia dan makhluk-makhluk lainnya. Penyesuaian manfaat ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan.
Bukti penyesuaian kebutuhan alam dengan keperluankehidupan manusia umpamanya dapat dilihat dari diciptakannya air, udara, tanah, dan api yang semuanya kehidupan manusia, tanpa direncanakan dan diminta oleh manusia. Hal ini membuktikan adanya kesengajaan yang direncanakan secara sistemik (ikhtira’).

Kejadian alam semesta yang sistemik ini dibahas oleh Ibnu Rusyd dalam “Dalil Ikhtira”, yaitu dalil yang mengarahkan manusia agar mampu menghayati wujud Allah melalui penghayatan dan pemahaman keserasian atau keharmonisan aneka ragam alam seperti yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an Surat Al-Ghassiyah : 17-22.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Archive

Blogroll

Ini adalah aneka tugas kuliah yang saya kerjakan dan saya dapatkan saat kuliah Manajemen tahun 2006 hingga lulus. Hampir sepuluh tahun yang lalu. Koreksilah dahulu, cocokkan dulu dengan bahasannya dan jangan asal kopi-paste, karena bisa saja edisi bukunya berbeda sehingga soal-soalnya berbeda dan akhirnya jawabannya juga berbeda. Adanya gini, jangan minta lebih. Kalau mau perfect ya kerjakan sendiri. Tugas-tugas saya ini hanya sebagai penunjang yang fungsinya supporting, bukan sebagai tulang punggungnya. Gunakan dengan bijak, semoga bermanfaat.

About