Pages

Minggu, 10 Februari 2008

Tugas Kewirausahaan : Bahasan Perusahaan MARTHA TILAAR GROUP


Dalam kesempatan ini, kelompok kami akan membahas mengenai usaha Martha Tilaar Group (MTG). MTG ini resmi didirikan pada tahun 1971 oleh DR (H.C.) Martha Tilaar yang lahir di Gombong-Kebumen, Jateng, 4 September 1937. Peraih gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam bidang “Fashion and Artistry” dari World University Tuscon, Arizona, AS tahun 1984, ini memulai operasi bisnisnya dari titik nol. Bermula di garasi rumah ayahnya berukuran 6 x 4 meter, terletak di Jakarta Pusat. Martha, yang semasa kecilnya dikenal sebagai gadis tomboy dan ‘elek’ mendirikan sebuah salon kecantikan sederhana “Martha Salon”, persis pada 3 Januari 1970. Di sini ia sekaligus membuat pula produk-produk kecantikan dari bahan alam. Tak lama, dua tahun kemudian 1972 ia membuka salon kedua di daerah Jakarta Selatan. Pada 22 Desember 1981 PT Martina Berto membuka pabrik kosmetika pertama di Jakarta Timur yang diresmikan oleh Ny Nelly Adam Malik saat itu istri Wakil Presiden Adam Malik. Menginjak tahun 1977 Martha Tilaar menjajaki kerjasama dengan Theresia Harsini Setiady, dari PT Kalbe Farma sekaligus pemiliknya. Mereka sepakat membuat perusahaan kosmetika dan jamu, namanya PT Martina Berto, dan meluncurkan Sariayu Martha Tilaar sebagai produk pertama. Tahun 1983 Martha Tilaar mendirikan PT Sari Ayu Indonesia, khusus sebagai distributor produk kosmetika Sariayu Martha Tilaar. Tahun 1986 Martha Tilaar kembali membuka pabrik kedua di daerah yang sama yang kali ini diresmikan oleh Ny. Karlinah Umar Wirahadikusumah, istri Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah. Sepanjang tahun 1988-1995 PT Martina Berto berkesempatan mengakuisisi sejumlah perusahaan, seperti PT Kurnia Harapan Raya, PT Cempaka Belkosindo Indah, PT Cedefindo, PT Estrella Lab, dan PT Kreasi Boga. Kemudian, pada tahun 1999 Martha Tilaar beserta anggota keluarga berkesempatan membeli seluruh saham PT Kalbe Farma yang ada pada PT Martine Berto. Total sampai tahun 2007, telah berhasil didirikan sekitar 42 franchise Martha Tilaar Salon and Day Spa di Indonesia maupun luar negeri seperti Malaysia, Jepang, Hongkong serta sejumlah negara lainnya. Grup usaha ini memayungi 11 anak perusahaan dan mempekerjakan sekitar 6.000 karyawan. hingga akhir tahun 2007 omzet Martha Tilaar Group (MTG) mencapai angka Rp700 miliar. Karena perusahaan dapat mempertahankan pertumbuhan lebih dari 20% pertahun selama lebih dari 5 tahun secara berturut-turut maka bisnis tersebut tergolong pertumbuhan sangat cepat (Rapid Group Firm)
Perusahaan ini yang menggunakan gaya kepemimpinan Indonesia dengan filosofi moral yaitu DJITU (Disiplin, Jujur, Iman/inovatif, Tekun, Ulet) bagi segenap karyawan untuk mencapai visi misi yang telah digariskan oleh perusahaan. Budaya di perusahaan ini adalah KEKELUARGAAN. Peran atasan khususnya Martha adalah juga sebagai ibu. Tegur sapa, keakraban dan saling mengenal antar karyawan MTG, yang kini jumlahnya 6000 orang, adalah suatu keharusan. Dan MTGpun menerapkan sistem REWARD dan PUNISHMENT bagi karyawan yang berprestasi dan tidak disiplin.
Cita-cita yang ingin diwujudkannya oleh Martha Tilaar sendiri yakni menjadi Perusahaan Kosmetik Terkemuka di Dunia yang Bernuansa Ketimuran dan Alami, melalui pemanfaatan teknologi modern dan menempatkan penelitian dan pengembangan sebagai sarana peningkatan nilai tambah bagi pelanggan. Kesuksesan yang diraih oleh Martha Tilaar pun tidak luput dari berbagai macam tantangan. Adapun tantangan yang dihadapi terutama adalah menjaga kualitas bahan baku yang dikarenakan produknya menggunakan lebih dari 90% bahan alami berasal dari tumbuh-tumbuhan. Selain itu juga mengubah image masyarakat Indonesia yang memandang rendah produk local menjadi menjadi menghargai dan mencintai produk dalam negeri. Serta tantangan lainnya kepopularitasan obat herbal tradisional asal Tiongkok. Dan menjaga stabilitas harga agar dapat bersaing dengan produk pesaing. Namun pihaknya tetap optimis, bahkan di tahun 2008 ini Martha berobsesi untuk meningkatkan laba hingga 20%. 

Strategi pertumbuhan yang diterapkan Martha Tilaar Group dibagi menjadi 2 yakni, strategi pertumbuhan internal dan strategi pertumbuhan eksternal.

Strategi Pertumbuhan Internal
-          Perkembangan produk baru dari Martha Tilaar Salon Day Spa, yakni Coffee Lemon Treatment, Chocolate Rose dan Stone Message Treatment
-          Perkembangan produk yang telah ada seperti perkembangan IPTEK, meningkatkan kualitas produk dengan memadukan ekstrak jamu dan kosmetik dari bahan alami dengan dengan teknologi modern.
-          Perkembangan internasional
Martha Tillar salon and Day Spa telah merambah pasar luar negeri seperti membuka cabang di Malaysia, Jepang, Hongkong, Darussalam, Filipina dan Los Angeles, Amerika Serikat serta sejumlah negara lainnya.

Strategi Pertumbuhan Eksternal
-          Strategi dengan mengakuisisi sejumlah perusahaan, seperti PT Kurnia Harapan Raya, PT Cempaka Belkosindo Indah, PT Cedefindo
-          Karena termasuk usaha yang sukses, Martha Tilaar Group memberikan merk dagang dan methode berbisnis dalam bentuk franchising agar dapat lebih berkembang lagi dan mendapatkan royalti.

Sekian makalah yang dapat kami sampaikan mengenai pengelolaan dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis Martha Tilaar Group. Kami menyadari bahwa apa yang kami sampaikan masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu kritik, saran, dan masukan positif yang membangun sangat kami nantikan dari para pembaca untuk melengkapi informasi dalam makalah ini. Akhir kata kelompok kami mengucapkan terima kasih atas perhatiannya dan semoga makalah ini dapat berguna bagi kelompok kami khususnya dan para pembaca pada umumnya.

                      

                                

REFERENSI :
-          www.marthatilaar.com
-          www.myrmnews.com

-          Media Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogroll

Ini adalah aneka tugas kuliah yang saya kerjakan dan saya dapatkan saat kuliah Manajemen tahun 2006 hingga lulus. Hampir sepuluh tahun yang lalu. Koreksilah dahulu, cocokkan dulu dengan bahasannya dan jangan asal kopi-paste, karena bisa saja edisi bukunya berbeda sehingga soal-soalnya berbeda dan akhirnya jawabannya juga berbeda. Adanya gini, jangan minta lebih. Kalau mau perfect ya kerjakan sendiri. Tugas-tugas saya ini hanya sebagai penunjang yang fungsinya supporting, bukan sebagai tulang punggungnya. Gunakan dengan bijak, semoga bermanfaat.

About