Pages

Selasa, 05 Februari 2008

Tugas Kewirausahaan : Create a Business KADOKU

BAB I
DESKRIPSI PERUSAHAAN

1.1  Profil Perusahaan
Setiap orang memiliki keinginan dan masing-masing dari mereka berusaha mewujudkan kebahagiaan yang mereka idamkan.Tak jarang kebahagiaan itu diwujudkan melewati orang lain. Hubungan antar manusia yang saling memberi dan menerima membuat sebuah perwujudan kebahagiaan.
Kadangkala ada sebuah pemberian berupa bingkisan yang dikemas sedemikian rupa untuk diberikan pada orang atau pihak yang dituju. Bingkisan yang diberikan berbagai macam bentuk dan ukuran dikemas sedemikian rupa sehingga Si Penerima merasa bahagia dan istimewa menerimanya. Namun tidak setiap orang memiliki keahlian dan waktu mengemas bingkisan itu dengan indah.
Kenyataan di ataslah yang membuat kami melihat adanya suatu peluang bisnis. Untuk itu kami terdorong untuk membuat suatu perusahaan kecil yang menyediakan kotak penbungkus bingkisan yang dikemas sedemikian ruipa sehingga bingkisan tersebut menjadi lebih cantik, mudah dikemas dan aman.

Data Singkat Perusahaan

        Nama Badan Usaha          :   Kadoku
        Bidang Usaha                   :   Pengemasan dan pembungkusan bingkisan
        Motto                                :   Kado Cantik, Makin Menarik
       
Kadoku, Perusahaan pengemasan bingkisan didirikan bersama oleh 7 mahasiswa Fakultas Ekonomi Departemen Manajemen, yaitu Nurul, Friska, Nurfi, Nila, Rini, Nona, danYustina
Bisnis ini menjual kotak yang biasa digunakan untuk membungkus bingkisan dengan kemasan yang apik, cantik, dan menarik.
Kadoku menyediakan berbagai macam kotak untuk bingkisan yang terbuat dari kertas kado dan kertas lainnya. Selain itu, Kadoku menyediakan pelengkap bingkisan berupa bunga maupun pita yang biasa digunakan sebagai pemanis bingkisan.
Lokasi perusahaan yang berada dikawasan militer dan pejabat mendukung hal tersebut. Kebanyakan, kultur yang ada di lingkungan ini adalah para suami yang bekerja serta para istri yang sering berkumpul dalam berbagai acara. Mulai dari arisan, sampai resepsi. Kesempatan itulah yang ingin kami pakai dengan membuat perusahaan pengemasan bingkisan yang dapat mempermudah konsumen mengemas bingkisannya tanpa membuang banyak waktu.

VISI dan MISI
        VISI
Memberi kemudahan bagi para pemberi bingkisan untuk mengemasnya dengan cantik dan menarik.
       MISI
Membuat berbagai macam pengemasan kado agar lebih terlihat menarik dengan harga yang relatif terjangkau

     TARGET KE DEPAN
 1 tahun kedepan
Membuat inovasi yang lebih menarik dalam pembungkusan, misalnya bentuk bulat, hati, serta bentuk-bentuk unik lainnya.
5 tahun kedepan
Memperluas daerah pemasaran seperti membuka cabang didalam kota, dan luar kota bahkan sebagai komoditas ekspor.
10 tahun ke depan
Membuat franchise dan menjadi merk pembungkus kado terdepan yang selalu kreatif dan inovetif dalam berbagai situasi dan kondisi.

BAB 2
MANAJEMEN

2.1 BAGAN ORGANISASI
        Struktur organisasi Kadoku :

Staf pemasaran:

Nurfi
Rini

 

JOB DESCRIPTION
1.     Staf Pemasaran
o   Memasarkan produk dengan berbagai cara.
o   Mengusahakan agar produk diterima dan diketahui masyarakat
o   Menentukan strategi pemasaran
o   Mencari relasi, sponsor, dan hubungan kerjasama sebanyak mungkin.

2.     Staf keuangan dan akuntansi
o   Mengatur segala administrasi yang ada di perusahaan
o   Merangkap sebagai akuntan perusahaan maupun bagian perlengkapan
o   Mencatat segala transaksi dan keperluan serta skedul acara.

3      Tim Kreatif / operasional
o   Mendesain model dan tipe kemasan.
o   Bertanggung jawab atas segala yang berhubungan terhadap produksi.
o   Mengestimasi dan memproduksi produk.
o   Mengerjakan segala pesanan.

2 . 2 Manajemen Keuangan
Sumber keuangan perusahaan berasal dari modal bersama sebesar Rp.100.000,00. Modal tersebut digunakan untuk membeli berbagai kelengkapan yang diperlukan dalam proses pembuatan maupun bahan. Alat dan bahan tersebut diantaranya :


·         Gunting
·         Penggaris
·         Cutter
·         Lem
·         Isolasi
·         Kertas Kado (Bungkus)
·         Karton
·         Pita
·         Kartu Ucapan
·         Bunga Kering
·         Daun Kering



 

        Perusahaan tidak menggunakan karyawan maupun tenaga kerja, namun tiap pemilik modal akan mendapat pembagian keuntungan secara merata.
                                                                                      





Berikut adalah proyeksi neraca dan BEPnya :
PROYEKSI NERACA
-  KADOKU -
PER 31 DESEMBER 2007
AKTIVA
Aktiva Lancar
´        Kas                         Rp.1.000.000,00
Aktiva Tetap
´        Gunting                  Rp.     20.000,00
´        Lem                        Rp.     23.000,00
´        Kertas Kado           Rp.   150.000,00
´        Karton                    Rp.   200.000,00
´        Isolasi                     Rp.    50.000,00
´        Pita, bunga, daun    Rp.  100.000,00
´        Kertas Coklat          Rp.    50.000,00
´        Plastik                     Rp.    40.000,00
´        Kartu Ucapan          Rp.  100.000,00
´        Cutter                      Rp.    20.000,00
KEWAJIBAN
´        Utang Lancar         Rp.1.053.000,00
EKUITAS
´        Modal Nurul           Rp.100.000,00
´        Modal Friska           Rp.100.000,00
´        Modal Nurfi            Rp.100.000,00
´        Modal Nila              Rp.100.000,00
´        Modal Rini              Rp.100.000,00
´        Modal Nona            Rp.100.000,00
´        Modal Yustina        Rp.100.000,00
Total Aktiva                       Rp.1.753.000,00
Total Passiva                      Rp.1.753.000,00        




Biaya Tetap
Biaya Variabel
´        Gunting                    Rp.   20.000,00
´        Penggaris                 Rp. 100.000,00
´        Cutter                       Rp.   20.000,00
´        Lem                           Rp. 23.000,00
´        Kertas Kado              Rp.150.000,00
´        Karton                       Rp.100.000,00
´        Kartu Ucapan            Rp.100.000,00
´        Isolasi                         Rp. 50.000,00
´        Pita, Bunga, Daun     Rp.100.000,00
´        Kertas Coklat             Rp. 50.000,00
´        Plastik                        Rp. 40.000,00
Total                                      Rp.140.000,00
Total                                Rp.613.000,00

Biaya Tetap         : Rp.140.000,00
Biaya Variabel     : Rp.    6.130,00
Penjualan             : Rp. 7.000,00 ® 100 Unit
´  Untuk sementara kami menjual dengan harga promosi yang hanya mengambil untung yang sagat kecil untuk menarik minat konsumen dan memperhatikan respon yang terjadi.

Æ      BEP
»        Dalam Unit    = Biaya Tetap : (Harga Per Unit – Biaya Variabel Per Unit)
= Rp.140.000,00 : (Rp.7.000,00 - Rp.6.130,00)
= Rp.140.000,00 : Rp.870,00
= 160,9195402
= 161 unit
»                                                              Dalam Rupiah        = [Biaya Tetap : (Harga Per Unit - Biaya Variabel per Unit)] ´ Harga Jual
= [Rp.140.000,00 : (Rp.7.000,00 - Rp.6.130,00)] ´ Rp.7.000,00
= 160,9195402 ´ Rp. 7.000,00
= Rp.1.126.436,781
= Rp.1.127.000,00
Æ      Rasio Likuiditas
»        Current Ratio = Aktiva Lancar : Hutang Lancar
= 1.000.000 : 1.053.000
= 0,95
»        Cash Ratio     = Kas : Hutang Lancar
= 1.000.000 : 1.053.000
= 0,95

Æ      Rasio Solvabilitas
»        Total Debt to Total Assets Ratio      = Total Hutang : Total Aktiva
= 1.053.000 : 1.753.000
= 0,6
»        Debt to Equity Ratio = Total Hutang : Modal Sendiri
= 1.053.000 : 700.000
= 1,50

1.3. Manajemen Strategi
Sederhananya, bisnis kecil kami tidak jauh berbeda dengan binis kecil yang lain. Namun, kami mencoba mengambil sisi komplementer dari sebuah benda yang dibutuhkan di saat yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, sebuah cara pengemasan baru dari bingkisan.









BAB 3
MARKET ENVIRONMENT

3 .1 Latar Belakang
-    Kesibukan orang kota yang mengakibatkan kurangnya waktu untuk membungkus bingkisan yang ingin diberikan dengan lebih menarik, khususnya untuk para pria yang notabene kurang termapil membungkus atau menghias sesuatu terutama bingkisan.
-    Semakin beragamnya jenis hadiah yang ingin diberikan, namun kesulitan untuk mengemasnya dengan rapi.
-    Lokasi perusahaan yang terletak di lingkungan pemukiman militer dan pejabat di tengah kota yang padat penduduk yang menuntut.

3.2  Kompetitor
-       Ancaman munculnya pendatang baru maupun plagiator.
-       Terjadinya peningkatan persaingan antar perusahaan
-       Adanya toko ‘Taman Kado’ di dekat lokasi perusahaan. Memang toko ini menjual berbagai benda yang menjadi isi dari bingkisan yang kita jual. Namun tidak menutup kemungkinan para pembeli kado mendapat servis gratis pembungkusan kado dari sana meskipun bingkisan tersebut dikemas secara sederhana.

3.3  Kondisi Kompetitif
-    Eksternal  : Masih sedikitnya perusahaan yang bergerak di bidang ini, situasi target pasar di sekitar lokasi yang mendukung.
-    Internal    : Harga yang terjangkau, dan kemasan yang menarik.

3.4  Target Pasar

 Target pasar yang perusahaan kami bidik adalah lingkungan pemukiman padat penduduk yang berada di sekitar lokasi perusahaan kami, terutama kalangan pejabat, militer maupun pemerintahan. Namun, kami tidak membatasi strata, golongan maupun jabatan konsumen. Siapapun bisa menjadi target dan konsumen kami.
Spesifikasinya :
¦ Ibu-ibu Arisan di Jalan Komering, Kampar, Jambi, Cisedane, Ciliwung, Citarum dan sekitarnya.
¦ Para pegawai Kantor Kecamatan Darmo.
¦ Para Staf, maupun siswa SD dan SMP Hang Tuah serta Primagama Kutai.
¦ Para pemberi bingkisan yang membeli bingkisannya di Palapa Toserba dan Brownies Amanda.
Tingkat pendapatan penduduk pada lingkungan itu cukup tinggi sehingga memberi bingkisan merupakan merupakan salah satu kebiasaan dan sudah membudaya.

BAB 4
STRATEGI

4.1   Produk yang Ditawarkan
Menyediakan kemasan bingkisan  dengan mengutamakan kerapian dan keindahan. Harganya ekonomis namun kualitas menawan serta dilengkapi dengan hiasan yang menarik.
v  Kotak Bigkisan
v  Bunga dan Korsase
v  Lain-Lain (Sesuai permintaan dan pesanan)
Selain itu, apabila memesan dengan jumlah yang banyak maka kami akan memberi potongan harga yang disesuaikan. Atau, apabila beruntung, para konsumen atau bahkan pelanggan akan kami beri bonus kotak kecil seukuran 4 x 4 yang lucu dan menarik dan dikemas dalam limited edition.

4.2  Penentuan Harga
Perusahaan kami menentukan harga jual per kotak masing-masing :
v  Kotak Ukuran @ Rp.7.000,00 dengan berbagai pilihan gambar dan warna (Contoh pada gambar disamping)
v  Bunga dan Korsase – Rp. 5.000,00 (Pelengkap jika diperlukan)
v  Lain-Lain (Sesuai permintaan dan pesanan harga disesuaikan)

4.3  Promosi
-       Melalui iklan di media cetak,
-       Penyebaran brosur dan pamflet
-       Pemasangan spanduk dan X-Banner
-       Propaganda mouth to mouth dan radio call
BAB 5
ANALISA SWOT

5.1  Strength ( Kekuatan Internal )
-    Kerapian, keindahan dan kreatovitas kemasan.
-       Lokasi yang strategis.
-       Lingkungan, masyarakat, dan budaya sekitar yang mendukung.
-       Kotak yang disimpan rapi dan dijaga bentuk dan keindahannya.
-       Ada fasilitas bonus dan potongan harga tetentu.

5.2  Weakness ( Kelemahan Eksternal )
-    Tidak menggunakan dan memiliki karyawan yang banyak, sehingga produk terbatas.
-    Adanya sistem pemesanan terlebih dahulu, sehingga konsumen harus menunggu.
-    Produk tidak cocok dikerjakan dengan teknologi tinggi. Adapun, maka harga mesin dan peralatannya sangat mahal.
-   Keterbatasan daerah pemasaran.

5.3  Opportunity ( Kesempatan )
-       Belum ada perusahaan sejenis yang bergerak khusus di bidang pengemasan bingkisan.
-       Kebanyakan orang hanya memperhatikan bingkisannya saja, mereka belum memperhatikan estetika dari bungkus bingkisan itu sendiri.
-   Faktor kesibukan yang  menyebabkan orang malas untuk membungkus kado.
-       Tradisi tukar kado yang semakin menjamur

5.4  Threat ( Hambatan )
-       Akan muncul para pesaing, maupun perusahaan yang serupa.
-       Adanya pandangan orang bahwa bungkus tidak menunjang bingkisan.
-       Kondisi perekonomian yang semakin lemah akibat krisis timur tengah yang memicu naiknya harga BBM di Indonesia.
-       Toko ‘Taman Kado’ yang berada di jalan kutai yang menjual barang-barang untuk hadiah sehingga memungkinkan adanya pembungkusan secara langsung tanpa perlu mencari bentuk bungkusan lain seperti yang ditawarkan perusahaan.

•    Keunggulan Strategis: Pemasaran
1.  Kami memiliki seorang staf pemasaran yang memiliki fisik yang sangat menarik dimana hal itu dapat manunjang kelangsungan proses pemasaran.
2.  Strategi pemasaran yang murah.
3.  Layanan yang ramah dan mengutamakan kepuasan konsumen.
4.  Lokasi pemasaran dan lokasi produksi yang berada pada satu tempat sehingga memudahkan operasional perusahaan.

•    Keunggulan Strategis: R & D
1. Pengembangan jenis hiasan bingkisan.
2. Penggunaan material lama maupun baru
3. Tenaga pembungkusan yang telaten
4. Lingkungan kerja yang cocok untuk pengerjaan bingkisan.

•    Keunggulan Strategis: Manajemen Produksi
1. Total biaya operasi yang lebih rendah dari pesaing
2. Output yang berupa handmade.
3. Tidak memerlukan mesin maupun alat-alat berat yang mahal karena semua output dibuat dengan tangan.
4. Tersedianya bahan baku yang melimpah
5. Fasilitas yang mempunyai lokasi yang strategis



•    Keunggulan Strategis: Sumberdaya Manusia
1. Seluruh pengelola merupakan calon sarjana ekonomi yang mengerti tentang pemasaran, produksi, operasional dan SDM.
2. Hubungan persahabatan yang akrab yang telah terjalin sejak awal orientasi mahasiswa baru.
3. Biaya tenaga kerja yang rendah.
4. Seluruh pengelola adalah wanita yang notabene suka memperhatikan detail dan hiasan yang sangat dibutuhkan oleh perkembangan perusahaan di mata mendatang.

•    Keunggulan Strategis: Keuangan dan Akuntansi
1. Biaya modal yang rendah.
2. Operasional tidak terlalu rumit sehingga pembukuan tidak terlalu sulit.
              EFAS
Faktor eksternal
  Bobot
  Rating
Bobot x Rating
OPPORTUNITIES:
-Belum ada perusahaan sejenis
 yang bergerak khusus di
 bidang pengemasan bingkisan.
-Kebanyakan orang hanya
 memperhatikan bingkisannya
 saja, mereka belum
 memperhatikan estetika dari
 bungkus bingkisan itu sendiri.
-faktor kesibukan yang  
 menyebabkan orang malas untuk
 membungkus kado.
-tradisi tukar kado yang semakin menjamur



0,22




0.25


0,27

0.26



3




4


3

4



0,66




1


0,81

1,04
TOTAL
1,00

3,51

Faktor eksternal
Bobot
Rating
Bobot x Rating
THREAT :
-       Akan muncul para pesaing, maupun perusahaan yang serupa.
-       Adanya pandangan orang bahwa bungkus tidak menunjang bingkisan.
-       Kondisi ekonomi yang semakin lemah
-       Adanya toko taman kado sebagai pesaing semu



0,22


0,30

0,25
0,23



1


2

2
1



0,22


0,60

0,50
0,23
TOTAL
1,00

1,55

Tabel IFAS
Faktor Internal
Bobot
Rating
Bobot x Rating

STRENGHT
-    Kerapian, keindahan dan kreatovitas kemasan.
-       Lokasi yang strategis.
-       Lingkungan, masyarakat, dan budaya sekitar yang mendukung.
-       Kotak yang disimpan rapi dan dijaga bentuk dan keindahannya.
-       Ada fasilitas bonus dan 
      potongan harga tetentu


0,21
0,18


0,20


0,24

0,17


4
3


3


4

3


0,84
0,54


0,60


0,96

0,51

TOTAL
1

3,45

Faktor Internal
Bobot
Rating
Bobot x Rating
WEAKNESS :
-    Tidak menggunakan dan memiliki karyawan yang banyak, sehingga produk terbatas.
-    Adanya sistem pemesanan terlebih dahulu, sehingga konsumen harus menunggu.
-    Produk tidak cocok dikerjakan dengan teknologi tinggi. Adapun, maka harga mesin dan peralatannya sangat mahal.
-   Keterbatasan daerah
     pemasaran.




0,20



0,29




0,25

0,26




2



1




2

1




0,4



0,29




0,5

0,26
TOTAL
1,00

1,45


Minggu, 03 Februari 2008

Rangkuman Kewirausahaan : Mengelola Arus Kas


Manajemen kas yang ang tepatmemungkinkan pemilik untuk secara memadai menutup kebutuhan kas perusahaan, untuk menghindari penyimpanan saldo kas yang terlalu besar yang tidak perlu, dan memperluasdaya menghasilkan uang dari setiap dolar yang dimiliki sebuah perusahaan.
Walaupun kesulitan arus kas menimpa perusahaan dari berbagai ukuran dan umur perusahaan baru, khususnya bersifat seperti “sponspenghisap uang” yang menyerap setiap uang yang adadan selalu ingin menyerap lebih banyak lagi. Wirausahawan biasanya harus mengelola uang kas sejak hari pertama mereka meluncurkan perusahaan mereka secara publik.
Bila penjualan sebuah perusahaan meningkat maka hal yang harus dilakukan perusahaan tersebut adalah
1.      menambah jumlah karyawan yang bkerja
2.      memperluas wilayah pabrik
3.      memperbanyak tenaga penjualan
4.      menyediakan persediaan dan juga melakukan kegiatan kegiatan yang dapat mengeringkan pasokan kas perusahaan
Dalam mengelola kas secara efektif ada beberapa langkah yang harus ditempuh yaitu dengan cara:  
1.      Memahami siklus arus kas yang berarti selisih waktu antara membayar barang dagangan atau bahan baku ke pemasok dengan penerimaan pembayaran dari pelanggan
2.      Menganalisa siklus arus kas,mencari cara untuk mengurangi lama siklus arus kas
Dalam menganalisa arus kas, wirausahawan harus memahami bahwa kas dan     laba tidaklah sama. Mencoba menelaaah status posisi kas perusahaan kecil dengan menganalisa kemampulabaanya adalh sia sia, kemampulabaan adalah tidak perlu dihubungkan dengan arus kas. Arus kas adalah mengukur likuiditas perusahaan dan kemampuannya untk membayar tagihan dan kewajiban lainnya tepat waktu dengan cara menelusuri arus kas masuk ke dalam dan keluar dari perusahaan dalam periode waktu tertentu
Anggaran Kas timbul karena dalam setiap perusahaan kas yang masuk jarang ‘selaras’ dengan kas yang keluar dari perusahaan tersebut. Anggaran Kas adalah “peta kas” yang menunjukkan jumlah dan waktu penerimaan dan pengeluaran kas dengan dasar harian, mingguan, atau bulanan
Ada lima langkah yang harus dipahami dalam menciptakan anggaran kas dan menggunakan untuk menyusun anggaran kas yaitu
1.      menentukan saldo kas minimum dalam jumlah yang cukup
2.      memperkirakan peta produk yang akan dipasarkan
3.      memperkirakan penerimaan kas
4.      memperkirakan pengeluaran kas
5.      menentukan saldo akhir bulan
“Tiga besar” dalam manajemen kas adalah piutang, hutang, dan ketersediaan.Perusahaan harus selalu mencoba mempercepat penerimaan piutang peusahaan dan memperlambat pembayaran hutangnya, “resep” manajemen kas yang baik adalah mencakup menagih kas perusahaan anda secepat mungkin, menghemat agar dapat mempertahankan biaya rendah, dan mengeluarkan kas perusahaan selambat mungkin. Pemilik bisnis juga harus memantau persediaan dengan cermat untuk menghindari terikatnya uang dalam jumlah berlebih. Agar dapat mengendalikan piutang dagang pemilik bisnis harus menetapkan kebijaksanaankredit dan enagihan harus tegas dan jelas, serta menyeleksi pelanggannya sebelum memberikan kredit kepada mereka dengan segera dan bertindak menangani tagihan yang jatuh tempo dengan juga akan memperbaiki arus kas. Sasarannya adalah untuk menarik kas dari piutang secepat mungkin
Dalam mengelola hutang dagang, sasran seorang manajer adlah memnunda pembayaran selama mungkin tanpa merusak citra perusahaan dengan cara mencakup, memeriksa tagihan sebelum membayarnya, memanfaatkan potongan tunai, dan menegosiasikan persyaratan kredit yang terbaik.
Persediaan sering menyebabkan masalah kas bagi manajer perusahaan kecil akan tetapi kelebihan persediaan perusahaan mengakibatkan tingkat pengembalian (rate of return) nihil dan mengikat kas perusahaan secara tidak perlu. Pemilik harus mengawasi barang barang yang sudah usang.

Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menghindari kesulitan kas didalam perusahaan kecil yaitu dengan cara memangkas biaya overhead dengan barter, menyewa aset, menghindari pengeluaran yang tidak perlu, menggunakan anggaran berbasis-nol dan menerapkan pengendalian internal akan meningkatkan posisi arus kas perusahaan. Menginvestasikan kelebihan kas juga akan memaksimalkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Kriteria utama dalam menginvestasikan kelebihan kas adlah keamana dan likuidtas

Sabtu, 02 Februari 2008

Tugas Kewirausahaan : Create a Business : Good Dear Pudding

BAB I
MISI  PERUSAHAAN

1.1        Profil Perusahaan
Kursus adalah kegiatan rutin bagi sebagian orang yang mengikutinya. Termasuk anak-anak, kebanyakan dari mereka ingin menambah pengetahuan dan kemampuannya dalam bidang akademis maupun skill. Terkadang, untuk anak-anak waktu untuk melakukan kursus menyita saat bermain. Berbagai opportunity time dilakukan untuk mendapat hasil dan pengetahuan maksimal.
Tak jarang, muncul kebosanan dalam belajar di area kursus atau sekedar masalah perut. Memang, belajar membuat perut kosong karena hal ini memicu kerja otak lebih keras sehingga energi yang diperlukan juga lebih banyak.
Kenyataan di ataslah yang membuat kami melihat adanya suatu peluang bisnis. Untuk itu kami terdorong untuk membuat suatu perusahaan kecil yang menyediakan puding kelas anak-anak yang dijual ketika acara kursus berlangsung. Sehingga paling tidak mereka memiliki camilan ringan yang mampu mengisi kekosongan perut mereka selagi berada di lokasi kursus.

Data Singkat Perusahaan

        Nama Badan Usaha      :   Good Dear
        Alamat                              :   Jl. Sidoyoso II Gg.III no.24 Surabaya
        Bidang Usaha                 :   Produksi dan penjualan jajanan anak-anak di tempat kursus.
        Motto                                :   Jajan Enak Tak Harus Mahal
       
Good Dear, Perusahaan produksi jajanan ringan didirikan bersama oleh 5 mahasiswa Fakultas Ekonomi Departemen Manajemen, yaitu Nurul Fitriah, Friska Wulan Sari, Nila pertiwi Gunanegara, Rini Andriyanti, Nona Nur Madina, Yustina Rachmawati.
Bisnis ini menjual puding dan sate usus ayam anak-anak di tempat kursus yang biasa diselenggarakan di rumah Yustina. Kami memanfaatkan waktu tersebut untuk menjual puding kecil karena melihat peluang besar ketika kursus berlangsung.
Good Dear menyediakan berbagai macam bentuk puding anak-anak yang dicetak dari berbagai cetakan lucu. Lokasi perusahaan yang berada di tempat les semakin memudahkan kami mendapatkan pasar yang jelas-jelas akan mengharapkan jajanan yang berbeda dari sebelumnya.

1.2.Manajemen Strategi
Sederhananya, bisnis kecil kami tidak jauh berbeda dengan binis kecil yang lain. Namun, kami mencoba mengambil sisi peluangnya yang memanfaatkan waktu kursus anak-anak.

BAB 2
MANAJEMEN


2.1. JOB DESCRIPTION
1.     Staf Pemasaran
o   Memasarkan produk dengan berbagai cara.
o   Mengusahakan agar produk diterima dan diketahui para peserta kursus
2.     Staf Administrasi
o   Mengatur segala administrasi yang ada di perusahaan
o   Merangkap sebagai akuntan perusahaan maupun bagian perlengkapan
o   Mencatat segala transaksi dan keperluan serta skedul acara.
3.     Tim Kreatif atau Bagian Produksi
o   Bertanggung jawab atas segala yang berhubungan terhadap produksi.
o   Mengestimasi dan memproduksi produk.
o   Mengerjakan segala kegiatan produksi.

2 . 2 Manajemen Keuangan
Sumber keuangan perusahaan berasal dari modal bersama sebesar Rp. 70.000,- Modal tersebut digunakan untuk membeli berbagai kelengkapan yang diperlukan dalam proses pembuatan maupun bahan. Alat dan bahan tersebut diantaranya
·         Cetakan puding
·         Sendok dan garpu
·         Pisau
·         Bubuk Puding
·         Gula
·         Susu Kental Manis
        Perusahaan tidak menggunakan karyawan maupun tenaga kerja, namun tiap pemilik modal akan mendapat pembagian keuntungan secara merata.


LAPORAN KEUANGAN  “GOOD DEAR”


Pengeluaran (Harga Pokok Penjualan) :

  1. Produk Puding :
Biaya variable : * Agar-agar 4 bks @ Rp 1.600                     Rp 6.400
* Gula Pasir 1/2 kg                                       Rp 3.500
* Susu kental manis 2 pcs                          Rp 2.600
* minyak tanah                                              Rp    700
* air                                                                 Rp     500
                                                                       
                                                                                                      Rp13.700
Bahan-bahan tersebut setelah diolah dapat menjadi 40 porsi puding yang dijual seharga Rp 500,- per porsi
Maka HPP tiap porsi puding Rp 13.700/40= Rp 343

  1. Produk Sate Usus
Biaya variable :   * Usus ayam                                                  Rp 11.000
* Bumbu                                                         Rp   2.000
* tusuk sate                                                    Rp   1.000
* minyak tanah                                              Rp      700
* minyak goreng                                           Rp   1.000
                                                                       
                                                                                                            Rp 15.700
Setelah mengalami pengolahan, bahan-bahan tersebut dapat menjadi 33 buah tusuk sate yang dijual dengan harga Rp 500,- per tusuk
Maka HPP tiap tusuk sate adalah Rp 15.700/33 = Rp 480

Total Biaya Variable (bahan baku) : Rp 13.700 + Rp 15.700 = Rp 29.400

Biaya tetap berupa :     Sewa peralatan                                   Rp 15.000

Pendapatan :

1. puding terjual 37 porsi                : Rp 500 x 37 = Rp 18.500
2. Sate usus terjual 33 porsi           : Rp 500 x 33 = Rp 16.500
                                                                                       Rp 35.000


LAPORAN LABA RUGI

Pendapatan                          Rp 35.000
HPP                                      (Rp 29.400)
 


Laba                                       Rp  5.600

NERACA

AKTIVA LANCAR
Kas                                              31.200
Bahan baku                                29.400

AKTIVA TETAP
Peralatan                                    15.000

MODAL
Modal Rini                                    10.000
Modal Nila                                    10.000
Modal Nurul                                  10.000
Modal Friska                                 10.000
Modal Nurfi                                   10.000
Modal Yustina                              10.000
Modal Nona                                  10.000
           
Laba penjualan                              5.600         
JUMLAH                                     75.600
 JUMLAH                                      75.600                                                     

BEP
Dalam Porsi Puding = Biaya Tetap : (Harga Per Unit – Biaya Variabel Per Unit)
    =  15.000                : (500 – 343)
    =  96 porsi
Jadi, Break Event Point dapat terjadi ketika kami dapat menjual 96 porsi puding dengan harga Rp 500,-

Dalam Unit Sate = 15.000 : (500 - 480)
                             = 750 tusuk
Jadi, dengan berdasarkan pada item sate usus, Break Event Point terjadi apabila kami dapat menjual 750 tusuk sate dengan harga Rp 500,-


BAB 3
MARKET ENVIRONMENT

3 .1 Latar Belakang
-    Kebosanan yang dialami anak-anak ketika berada di area kursus. Mereka membutuhkan jajanan yang lain dari biasanya.
-    Rasa lapar yang diderita anak-anak kursus ketika kursus berlangsung. Mereka membutuhkan camilan sebagai pengganjal perut.
-    Lokasi perusahaan yang terletak di tempat kurusus itu sendiri.

3.2        Kompetitor
-       Ancaman munculnya pendatang baru maupun plagiator.
-       Terjadinya peningkatan persaingan antar perusahaan di tempat yang sama.

3.3        Kondisi Kompetitif
-    Eksternal     : Belum ada yang menjual puding anak-anak di tempat kursus.
 -   Internal   : Harga yang terjangkau, dan kemasan yang menarik dna berada di rumah yang diselenggarakannya kursus..

3.4        Target Pasar
Lokasi Good Dear benar-benar strategis karena berada di dalam rumah tempat diselenggarakannya kursus yang terletak di Jl. Sidoyoso II Gg.III no.24 Surabaya. Target pasar yang perusahaan kami bidik adalah anak-anak kurusus yang menginginkan camilan pengganjal perut di saat bosannya kursus.

BAB 4
ANALISA SWOT

4.1 Strength ( Kekuatan Internal )
-       Lokasi yang super strategis.
-       Rasa lapar yang dialami anak-anak saat kursus.
-       Puding yang disimpan rapi dan dijaga kebersihannya.

4.2 Weakness ( Kelemahan Eksternal )
-       Tidak menggunakan dan memiliki karyawan yang banyak, sehingga produk terbatas.
-       Tidak biasa menjual puding apabila tidak diselenggarakan kursus.
-       Adanya vakum penjualan saat kursus libur.
-       Belum ada inovasi terkait produk yang dijual

4.3 Opportunity ( Kesempatan Eksternal)
-       Belum ada penjual sejenis yang menjual puding di area kursus.


4.4 Threat ( Hambatan Eksternal)
-       Akan muncul para pesaing, maupun perusahaan yang serupa.
-       Kebosanan anak-anak peserta kursus apabila terlalu sering membeli puding.

                              
 

Blogroll

Ini adalah aneka tugas kuliah yang saya kerjakan dan saya dapatkan saat kuliah Manajemen tahun 2006 hingga lulus. Hampir sepuluh tahun yang lalu. Koreksilah dahulu, cocokkan dulu dengan bahasannya dan jangan asal kopi-paste, karena bisa saja edisi bukunya berbeda sehingga soal-soalnya berbeda dan akhirnya jawabannya juga berbeda. Adanya gini, jangan minta lebih. Kalau mau perfect ya kerjakan sendiri. Tugas-tugas saya ini hanya sebagai penunjang yang fungsinya supporting, bukan sebagai tulang punggungnya. Gunakan dengan bijak, semoga bermanfaat.

About