Pages

Tampilkan postingan dengan label semester 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semester 4. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 November 2014

Akuntansi Biaya : STANDARD COSTING

Standard cost adalah biaya produksi yang ditentukan dimuka dari satu unit tunggal
atau sejumlah produk tertentu, selama periode tertentu.
Standard cost adalah planned cost of a product di bawah kondisi operasi saat ini
atau kondisi operasi yang diantisipasikan
Standard cost mempunyai 2 komponen:
-  physical standard
- price standard
Standard adalah seperti norma. Apa saja yang dianggap normal, biasanya dapat
dianggap sebagai standard
Suatu standard harus dipikirkan sebagai norma untuk input produksi, seperti
unit bahan baku, jam kerja, dan % kapasitas yang digunakan.
Standard cost membantu dalam planning dan controlling operasi. Ia memberikan
gambaran tentang cost dan profit yang mungkin terjadi akibat keputusan tertentu. 
Standard cost digunakan untuk:
1. Menyusun budget
2. Kontrol biaya, dengan memotivasi karyawan dan mengukur efisiensi operasi
3. Penyederhanaan prosedur perhitungan harga pokok produksi dan mempercepat
    pelaporannya.
4. Pembebanan biaya ke bahan baku, WIP dan Finished Goods
5. Menyusun kontrak penawaran dan menentukan harga jual
Setting Standard
Perhitungan suatu standard cost, memerlukan physical standard. 
Dua jenis physical standard adalah basic dan current.
Basic standard adalah suatu yardstick terhadap mana, baik kinerja yang
diharapkan maupun kinerja sesungguhnya dibandingkan.
Current standard, ada 3 jenis:
- Expected actual standard, mencerminkan tingkat aktivitas dan
  efisiensi yang diperkirakan . Ia mendekati hasil sesungguhnya
- Normal standard, mencerminkan tingkat aktivitas dan efisiensi normal 
  Ia merupakan tantangan, tetapi dapat dicapai
- Theoretical standard, mencerminkan tingkat aktivitas dan efisiensi 
   ideal atau maksimum. Sasarannya perlu diarahkan, bukannya
   kinerja yang saat ini bisa dicapai.
Keberhasilan standard cost system tergantung pada reliability, accuracy dan
acceptance of the standard. O.k.i. dalam setting standard pertimbangan perlu
diberikan pada human behavior.

Senin, 01 September 2008

Ringkasan Manajemen Keuangan 1 : Sumber Dana

Macam-Macam Sumber Dana
®  Modal Asing
            - Berbagai Jenis hutang
®  Modal Sendiri
            - Saham
®  Laba yang ditanam kembali
Optimasi Modal
Kegunaan:
            Untuk menentukan apakah sebaiknya mengambil kredit jangka pendek atau jangka panjang
Faktor-faktor yang diperhatikan dalam menentukan jangka waktu kredit
®  Bunga kredit jangka pendek
®  Bunga kredit jangka panjang
®  Bunga simpanan bank
®  Jangka waktu pemakian modal
®  Jangka kritis
            jangka waktu dimana penggunaan modal asing jangka pendek biayanya (beban bungtanya) sama besar dengan apabila perusahaan menggunakan modal asing jangka panjang
 





X         = Jangka kritis
Kpj      = Bunga kredit jangka panjang
Kpd     = Bunga kredit jangka pendek
BS       = Bunga simpanan di bank
Keberlakuan rumus:
Kpd > Kpj > Bs
Kreteria-kreteria yang bisa dipakai untuk menentukan jangka waktu kredit
®  Jangka Kritis
            Jangka waktu Penggunaan modal lebih lama daripada jangka kritisnya, maka lebih menguntungkan menggunakan kredit jangka panjang. Sebaliknya apabila jangka waktu penggunaan modal lebih pendek daripada jangka kritisnya, maka lebih menguntungkan menggunakan kredit jangka pendek
®  Beban Bunga
            Beban bunga yang lebih rendah yang dipilih
Contoh:
            Sebuah perusahaan membutuhkan tambahan dana sebesar Rp. 10.000.000,00 untuk jangka waktu 150 hari (5 bulan). Bunga kredit jangka panjang 15% per tahun; bunga kredit jangka pendek 18% dan bunga simpanan bank sebesar 12% per tahun.

Pertanyaan:
            Manakah yang lebih baik bagi perusahaan, menggunakan kredit jangka pendek atau kredit jangka panjang?
 




 







Jangka waktu pemakaian lebih panjang dari jangka kritis
®  Jangka waktu pemakaian 210 hari
®  Jangka waktu kritis 6 bulan
Rentabilitas
            Kemampuanmenghasilkan laba dari sejumlah dana yang dipakai untuk menhasilkan laba tersebut.

Macam Rentabilitas:
®  Rentabilitas Ekonomis
®  Rentabilitas Modal Sendiri
Rentabilitas Ekonomis
Merupakan kemampuan untuk menghasilkan laba dari keseluruhan modal, baik modal asing maupun modal sendiri, yang di gunakan untuk menghasilkan laba tersebut.
 






Rentabilitas Modal Sendiri
Merupakan kemampuan untuk menghasilkan laba dari sejumlah modal sendiri yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut
 



Keterangan:
RMS = Rentabilitas modal sendiri
Lb     = Laba bersih (sesudah bunga dan pajak)
MS = Modal sendiri (modal saham)
Kreteria yang dapat dipakai untuk mengambil keputusan
®  Apabila RE< bunga modal Asing, maka lebih baik menggunakan modal sendiri
®  Apabila RE> bunga modal asing, maka lebih baik menggunakan modal asing.
Contoh:
PT. Tsunami pada tahun 1979 telah memiliki modal sebesar Rp 20.000.000 yang terdiri dari atas Rp 10.000.000 sebagai modal sendiri dan Rp 10.000.000 sebagai modal asing. Tahun 1980 perusahaan merencanakan akan memperluas usahanya. Untuk itu diperlukan modal tambahan sebesar Rp 10.000.000 dengan harapan laba dapat meningkat menjadi Rp 4.500.000
Pertanyaan:
Dari sumber manakah tambahan modal akan diambil bilamana diketahui bunga modal asing 12% dan pajak perseroan 45%
Jawab :

Senin, 03 Maret 2008

Resume Manajemen Operasi : JIT IN SERVICES


            Many JIT techniques have been successfully applied by service firms. Just as in manufacturing, the suitability of each technique and the corresponding work steps depends on the characteristics of the firm’s markets, production and equipment technology, skill sets, and corporate culture.
            Here are 10 of the more successful applications.
Organize Problem Solving Groups
Many corporations are extending their quality circles from manufacturing into their service operations.
Upgrade Housekeeping
Good housekeeping means more than winning the clean broom award. It means that only the necessary items are kept in a work area, that there is a place for everything, and that everything is clean and in a constant state of readiness. Their dedication to housekeeping has meant that service processes work better, the attitude of continuous improvement is easier to develop, and customer perceive that they are receiving better service.
Upgrade Quality
Quality doesn’t mean producing the best; it means consistently producing products and services that give the customers their money’s worth. The only cost-effective way to improve quality is to develop reliable process capabilities. Process quality is quality at the source—it guarantees first-time production of consistent and uniform products and services.
Clarify Process Flows
Clarification of flows, based on JIT themes, can dramatically improve the process performance.
Revise Equipment and Process Technologies
Revising technologies involves evaluation of the equipment and processes for their ability to meet the process requirements, to process consistently within tolerance, and to fit the scale and capacity of the work group.
Level the Facility Load
Service firms synchronize production with demand. They have developed unique approaches to leveling demand so they can avoid making customers wait for service.
Eliminate Unnecessary Activities
A step that does not add value is a candidate for elimination. A step that does add value may be a candidate for reengineering to improve the process consistency or to reduce the time to perform the tasks.
Reorganize Physical Configuration
Introduce Demand-Pull Scheduling    
Due to the nature of service production and consumption, demand-pull (customer-driven) scheduling is necessary for operating a service business.
Develop Supplier Networks
The term supplier networks in the JIT context refers to the cooperative association of suppliers and customers working over the long term for mutual benefit.

Minggu, 10 Februari 2008

Tugas Pengantar Manajemen : Etika Bisnis Perusahaan di Maskapai Penerbangan Garuda

Sarana transportasi memang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari karena selain mempermudah kita dalam berpergian ke suatu tempat serta dapat menghemat waktu dibandingkan berjalan kaki. Tetapi bukan hanya hal positif yang kita dapat tetapi juga dampak negatif, misalnya untuk masalah keamanan.
            Memang pemerintah khusus membentuk badan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Tranportasi) tetapi itu saja tidak menjamin para penumpang akan selamat hingga ditujuan. Akhir-akhir ini kita sering mendengar tentang kecelakaan yang sumbernya adalah alat trasportasi, tidak membedakan antara darat, laut, dan udara semua memiliki probabilitas yang sama untuk terjadinya kecelakaan.

Mengapa kita memilih transportasi udara dengan maskapai pesawat Garuda?
            Karena pesawat terbang selain cenderung eksklusif serta memiliki kenyamanan lebih, juga mempunyai tingkat keamanan yang seharusnya lebih dibandingkan dengan alat transportasi lain. Tetapi pada kenyataannya justru berita terkini menyampaikan bahwa pesawat memiliki resiko yang lebih tinggi dari tingkat keamanan. Dibawah ini adalah salah satu kasus yang kami angkat.

Contoh Kasus :
Musibah terbakarnya pesawat garuda Boing 737-400 yang terjadi di Bandara Adisucipto, Jogjakarta, tanggal 7 Maret 2007 dan menewaskan 21 orang, diduga karena pilot error. Kecelakaan yang menimpa pesawat jurusan Jakarta - Jogjakarta dengan nomor penerbangan GA 200 itu seakan melengkapi musibah transportasi di Indonesia

Kronologis kejadian:
Dialami garuda terjadi sekitar pukul 06.55, ketika landing di Bandara Adisucipto. Dari informasi yang telah ada, pesawat yang dipiloti kapten M. Marwoto Komar itu terlihat oleh ketika masih diudara. Begitu menyentuh landasan, ban depan pesawat pecah dan keluar percikan api. Selain itu, pesawat sempat memantul 3 kali hingga akhirnya berhenti di area persawahan dusun Bakungan, sekitar 300 m dari ujung landasan. Begitu pesawat mulai terbakar, para penumpang langsung berhamburan keluar dari pintu darurat mencoba menyelamatkan diri.
Pembahasan
            Pada contoh kasus diatas banyak pihak - pihak yang terkait salah satunya adalah pilot, karena nyawa dari ratusan penumpang ada di kedua tangannya. Menurut informasi yang dihimpun serta dipublikasikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebutkan bahwa pilot M. Marwoto Komar pingsan sesaat setelah pesawat mendarat. Pilot baru sadar saat pramugari mengingatkan beliau agar segera keluar dari pesawat yang mulai terbakar. Faktor lain yang menguatkan dugaan human error adalah pernyataan dari Meteorologi Lanud Adisucipto bahwa saat pesawat Garuda Boeing 737 – 400 GA 200 akan mendarat, cuaca dinyatakan clear. Tidak ada tanda- tanda angin yang membahayakan penerbangan ataupun turbulence (turbulensi) atau windshear (angin gunting). Turbulence dikenal sebagai puntiran angin yang mampu membabat pesawat saat di udara.
            Pernyataan yang dikeluarkan oleh Kapten Subakir juga menunjukan hasil yang sama dengan Badan Meteorologi Adisucipto. Data prakiraan cuaca dari Automatic Terminal Information Service (ATIS) di Jogja saat kejadian menunjukan cuaca cerah. Perubahan cuaca selalu dideteksi setiap waktu dan dilaporkan setiap setengah jam sekali dalam bentuk flight document melalui tower. Peristiwa kecelakaan diyakini bukan disebabkan oleh angin. Kondisi angin saat itu adalah 05,05 persen , dengan kecepatan 5 knot. Selain itu juga tidak ada kontak serius mengenai trouble pesawat antara pilot dengan pihak Air Traffic Control (ATC).
            Tanggung jawab para pilot serta awak pesawat pun boleh diragukan. Diberitakan bahwa pilot serta seluruh awak pesawat selamat karena berhasil keluar sesaat setelah pesawat terbanting. Mereka meninggalkan penumpang yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya di dalam pesawat yang akan segera meledak.                

Tanggung jawab sosial

            Sekarang mari kita kembali pada masalah tanggung jawab sosial. Pada satu sisi, konsep dari tanggung jawab sosial perusahaan, seperti etika, mudah dipahami. Artinya menjadi sebuah perusahaan yang baik. Definisi formal dari tanggung jawab sosial (social responbility) adalah kewajiban manajemen untuk membuat pilihan dan mengambil tindakan yang berperan dalam mewujudkan kesejahteraan dan masyarakat.
           
Pihak – pihak yang berkepentingan  terhadap organisasi
            Organisasi – organisasi maju memandang lingkungan internal dan eksternal sebagai suatu keragaman pihak – pihak yang berkepentingan ( stakeholders)
            Pihak – pihak berkepentingan lainnya adalah pemerintah dan masyarakat. Hampir semua perusahaan muncul hanya dengan anggaran dasar yang layak serta lisensi dan beroperasi dengan dibatasi oleh undang – undang keselamatan, persyaratan perlindungan lingkungan dan undang – undang serta peraturan lain dalam sektor pemerintah.

  • Tanggung jawab ekonomi
Kriteria pertama dari tanggung jawab sosial adalah tanggung jawab ekonomi (economic responbilities) adalah unit ekonomi dasar masyarakat. Tanggung jawabnya adalah menghasilkan barang dan jasa yang diinginkan masyarakat dan memaksilkan laba bagi pemiliknya serta pemegang saham.

  • Tanggung jawab etika
            Tanggung jawab etika (etical responsibilities) meliputi perilaku yang tidak perlu disusun dalam undang – undang dan boleh tidak melayani kepentingan ekonomi  langsung perusahaan. Untuk menjadi etis, para pembuat keputusan organisasi harus bertindak atas dasar kesetaraan, keadilan, dan tidak memihak, menghormati hak –hak individu, dan memberikan perlakuan yang berbeda hanya jika relevan dengan tugas dan tujuan organisai. Perilaku yang tidak etis timbul ketika keputusan memungkinkan individu atau perusahaan mendapat keuntungan dengan mengorbankan masyarakat.

Tindakan perusahaan terhadap tuntutan sosial :

1.      Obstruktif
Perusahaan yang menerapkan respon obstruktif menolak semua tanggung jawab, menolak keabsahaan dari bukti – bukti pelanggaran dan memunculkan upaya – upaya untuk merintangi penyelidikan. Perusahaan itu membangun pertahanan di sekelilingnya, menentang semua bukti dan meyakinkan publik bahwa produk itu aman dan efektif. Perusahaan juga tidak melakukan usaha untuk menanggapi investigasi.

2.      Defensif
Perusahaan mengakui beberapa kesalahan yang berkaitan dengan keterlanjuran atau kelalaian. Perusahaan memangkas kerugiannya dengan mempertahankan dirinya, tetapi tidak obstruktif

3.      Akomodatif
Perusahaan menerima tanggung jawab sosial atas tindakannya, meskipun mungkin hal itu dilakukan karena tekanan eksternal. Perusahaan yang menerapkan tindakan ini mencoba untuk memenuhi tanggung jawab ekonomi, legal dan etika

4.      Proaktif
Perusahaan memimpin penyelesaian masalah – masalah sosial.

Solusi

Garuda Indonesia Airways (GIA) telah mengambil tindakan ekonomi serta etika. Tanggung jawabnya ditunjukkan dari tindakan sebagai berikut :
  • Tanggung jawab ekonomi
    • Menyantuni ahli waris korban yang meninggal dunia sebesar 21 orang sebesar Rp. 650.000.000,-
    • Menanggung biaya perawatan korban yang terluka
  • Tanggung jawab etika
    • Pemuatan iklan permintaan maaf dan turut berduka cita sebesar setengah halaman di sebagian Koran kota besar
    • Permintaan maaf sang pilot pesawat naas tersebut di stasiun – stasiun televisi nasional
    • Pemeriksaan ulang kelaikan seluruh pesawat maskapai Garuda

Selain itu, sifat yang diambil Garuda dalam mengatasi masalah ini adalah akomodatif karena memang Garuda telah memenuhi tanggung jawab ekonomi, legal dan etika seperti yang telah dijelaskan diatas. Namun kebijakan ini diambil Garuda setelah derasnya cacian serta tuntutan para keluarga penumpang pesawat.
Sebaiknya semua kecelakaan ini menyadarkan pemerintah Indonesia untuk segera memperbaiki system penerbangan di Indonesia. Semua low – cost carrier harus diperiksa. Apakah tindakan efisiensi mereka sudah berdampak terlalu jauh pada keselamatan penumpang. Sejauh ini, maskapai Garuda lah yang dinyatakan terbaik karena mengenakan harga tertinggi. Namun setelah peristiwa jatuhnya GA 200, sepertinya bepergian dengan pesawat terbang sudah dihapus dari pikiran sebagian masyarakat Indonesia. Apabila yang dianggap terbaik ternyata jatuh pula, bagaimana dengan para maskapai very – low – cost carrier lainnya?

Setidaknya audit terhadap 22 freight carrier di Indonesia telah cukup membawa bukti.  Kini saatnya pemerintah untuk bertindak. Tidak hanya maskapainya saja, namun juga seluruh awak penerbangan dan juga masyarakat sendiri.

Kamis, 12 April 2007

Resume Pengantar Manajemen Richard L. Daft : Chapter 5 Etika Manajemen dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Etika Manajemen
Kode yang berisi prinsip-prinsip dan nilai-nilai moral yang mengatur perilaku orang atau kelompok terkait dengan apa yang benar dan apa yang salah.

Perilaku manusia digolongkan 3 :
1.      Bidang UU (Standar Legal)
2.      Bidang Etika (Standar Sosial)
3.      Bidang Pilihan Bebas (Standar Perorangan)

Dilema Etika
Suatu situasi yang muncul ketika seluruh alternatif pilihan atau perilaku diaggap tidak diinginkan karena potensi konsekuensi yang negatif, sehingga menibulkan kesulitan untuk membedakan yang baik dan salah.

Kriteria Pengambian Keputusan yang Etis
°  Pendekatan Utilarian (Manfaat)
Menyatakan bahwa perilaku moral menghasilkan kebaikan paling utama dengan jumlah sebesar mungkin.
°  Pendekatan Individualisme
Menyatakan tindakan yang dianggap bermoral bioa mempromosikan kepentingan jangka panjang terbaik seseorang yang pada akhirnya membawa pada kebaikan yang lebih besar.
°  Pendekatan Hak Moral
Menyatakan bahwa keputusan moral adalah keputusan yang paling baik mempertahankan hak orang-orang yang dipengaruhi keptusan teresebut.
Enam Hak Moral harus dipertimbangkan selama proses pengambilan keputusan :
1.      Hak untuk memberikan konsensi (The Right of Free Consent)
2.      Hak Privasi (The Right of Privacy)
3.      Hak Kebebasan menganut kepercayaan (The Right of Freedom of Conscience)
4.      Hak kebebasan berbicara (The right of Speech)
5.      Hak memperoleh keadilan (The Right of Due Process)
6.      Hak untuk hidup dan memperoleh keselamatan (The Right to Life and Safety)
°  Pendekatan Keadilan
Konsep Etika yang menyatakan bahwa keputusan moral harus didasarkan pada standar kesetaraan, keseimbangan dan keadilan.
Keadilan Distribusi adalah konsep yang menyatakan bahwa perlakuan yang berbeda terhadap seseorang tidak boleh berdasarkan karakteristik yang bersifat arbitrer. Dalam kasus perbedaan yang subtansif, orang dapat diperlakukan secara berbeda sebanding dengen perbedaannya dengan orang lain.
Keadilan Prosedural adalah konsep yang menyatakan bahwa aturan harus dinyatakan dengen jelas dan diberlakukan secara konsisten dan seimbang.
Keadilan Kompensasi adalah konsep yang menyatakan bahwa seseorang harus memperolah kompensasi atas biaya kerugian yang dialami dari pihak yang bertanggung jawab, dan serta seseorang tidak boleh dianggap bertanggung jawab atas hal-hal yang tidak dapat dikendalikannya.

Organisasi
Nilai-nilai yang diadopsi dalam organisasi merupakan hal yang penting, terutama jika kita memahami bahwa kebanyakan orang berada pada tingkat dau dari tahap perkembangan moral yang berarti bahwa tugas mereka hanyalah untuk memenuhi kewajiban dan harapan pihak lain.

Tanggung Jawab Sosial
Kewajiban manajemen untuk membuat pilihan dan mengambil tindakan yang akan memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan dan kepentingan masyarakat serta organisasi itu sendiri.
Pihak yang berkepentingan adalah setiap kelompok di dalam ataupun di luar perusahaan yang memilikikepentigan terahapad kinerja organisasi.

Mengevaluasi Kinerja Sosial Perusahaan
ï  Tanggung Jawab Ekonomi
Menghasilkan barang atau jasa yang diinginkan masyarakat dan memaksimalkan keuntungan untuk pemilik dan poemegang saham.
ï  Tanggung Jawab Legal
Apa yang dianggap penting oleh masyarakat terkait dengan perilaku perusahaan yag tepat.
ï  Tanggung Jawab Etika
Mencakup perilaku yang tidak perlu dikodifikasikan menjadi hukum dan mungkin saja tidak memenuhi kepentingan ekonomi langsung perusahaan.
ï  Tanggung Jawab Diskresi
Bersifat sukarela dan dipandu oleh keinginan perusahaan untuk melakukan kontribusi sosial yang tidak diwajibkan oleh ekonomi, hukum dan etika.

Metode Yang ditetapkan dengan :
  1. Kepemimpinan yang beretika
  2. Kode Etik
Kode etik cenderung ada dalam dua bentuk  :
1.      Pernyataan berbasis prinsip
Menjelaskan prosedur yang digunakan dalam situasi etika yang khusus.
2.      Pernyataan berbasis kebijakan
  1. Struktur Etika
Komite Etika – Sekelompok eksekutif yang diangkat untuk mengawasi etika perusahaan dengan memberikan penegasan terhadap masalah-masalah etika yang dipertayakan den mendisiplinkan orang yang melakukan pelanggaran.

Ombudsmanetika – Petugas yang diberikan tanggung jawab untuk menyelidiki keluhan pelanggaran etika dan memberitahu manajemen puncak mengenai potensi-potensi pelanggaran etika.

Selasa, 03 April 2007

Resume Pengantar Manajemen Richard L. Daft : Chapter 15 Perilaku Organisasi



Perilaku Organisasional
Organizational Behaviour (OB) adalah sebuah ranah antar disipilin ilmu (psikologi, sosiologi, antropologi, etika, ekonomi, termasuk manajemen sendiri) yang ditujukan pada studi terhadap sikap-sikap, perilaku dan kinerja manusia (seseorang) dalam organisasi.

Sikap (Attitude)
Sikap adalah sebuah evaluasi kognitif dan afektif yang pada awalnya mendorong seseorang untuk melakukan tindakan (motorik) tertentu.
Komponen sikap :  Kognisi (pikiran), afeksi (perasaan), perilaku. Terdiri dari :
1.                        Komponen kognitif (pikiran) dari suatu sikap à kepercayaan, opini, pengetahuan.
2.                        Komponen afektif (perasaan) à emosi atau perasaan (menikmati, membenci, menyukai, menyetujui).
3.                        Komponen motorik (perilaku) à maksud dan tujuan seseorang  untuk berperilaku dengan cara tertentu.
Contoh :
Seorang Drafter Sebuah Perusahaan
                           Kognitif à (Pemikiran) Dia telah mendapatkan pendidikan dan pengetahuan tetang menggambar teknik.
                           Afeksi à (perasaan) Saya memilih pekerjaan drafter sehingga saya menyukai pekerjaan tersebut.
                           Perilaku à (tindakan) Saya mengerjakan dengan secepat mungkin.
                           Sikap yang muncul à Mengerjakan pekerjaan drafter dengan senang dan cepat.

Sikap-sikap yang terkait dengan pekerjaan :
Dua Sikap yang terkait dengan kinerja tinggi adalah :
1.                        Job satisfaction à sikap positif seseorang terhadap pekerjaan. Para manajer percaya bahwa kepuasan kerja yang terjadi dapat meningkatkan kinerja karyawan
2.                        Komitmen Organisasional à menunjukkan kesetiaan dan terlibat secara mendalam dalam organisasi. Komitmen pada organisasi menimbulkan upaya berkontribusi lebih banyak pada keberhasilan organisasi.

Konflik antar sikap (disonansi kognitif)
n  Adanya sikap-sikap yang bertentangan satu dengan yang lain (tidak tercermin dalam perilaku)
Misal : Karyawan yang berkomitmen pada pekerjaan (hingga lembur) akan bertentangan dengan komitmen berkumpul dengan keluarga adalah penting.

Persepsi
Proses kognitif yang digunakan seseorang dalam memahami lingkungan dengan menyeleksi, mengorganisir, mengumpulkan dan menafsirkan informasi.
Proses Persepsi :
1. Mengamati informasi melalui indera,
2. Menyaring informasi dan menyeleksi apa yang diproses,
3. Mengorganisir data terpilih ke dalam pola-pola untuk diinterpretasi dan direspon.

Distorsi-Distorsi Perseptual
Kesalahan dalam penilaian perseptual yang timbul dari ketidakakuratan dalam suatu bagian dari proses perseptual.
Beberapa kesalahan yang perlu dikenali :
Í Stereotyping à Memasukkan seseorang atau sekelompok ke dalam generalisasi seseorang atau sekelompok orang (bisa bermakna negatif / positif).

Í Efek halo à Terjadi ketika mengembangkan kesan keseluruhan tentang seseorang berdasarkan suatu karakteristik (menguntungkan/tidak).
Í Proyeksi à  Cenderung melihat karakter pribadi (kebutuhan, perasaan, nilai-nilai) ke dalam diri orang lain. Perlu kesadaran diri dan empati untuk mengurangi persepsi ini.
Í Pertahanan perseptual à Kecenderungan pengamat untuk melindungi diri sendiri dengan mengesampingkan ide-ide, obyek-obyek, orang-orang yang dianggap mengancamnya.
Í Persepsi menimbulkan atribusi (penilaian-penilaian dan kesimpulan-kesimpulan pada rangsangan).
Atribusi adalah penilaian mengenai apa yang menyebabkan perilaku seseorang-tentang orang tersebut atau situasi tertentu. Ada 2 pandangan/pemahaman:
´  Atribusi internal à Karakteristik orang tersebut menuntunnya pada perilaku (atasan marah karena tidak sabar dan arogan).
´  Atribusi eksternal à Adanya suatu situasi (diluar orang/situasi yang dinilai) menyebabkan perilaku seseorang (atasan marah karena saya bekerja lamban dan banyaknya keluhan konsumen).

Kepribadian dan Perilaku
Kepribadian adalah seperangkat karakteristik yang mendasari suatu pola perilaku yang relatif stabil sebagai respon pada ide-ide, obyek-obyek, atau orang-orang di lingkungannya
Faktor-faktor kepribadian (big five) :
1.                  Keterbukaan à Tingkat dimana seseorang mudah bergaul, merasa nyaman dalam hubungan interpersonal.
2.      Keramahtamahan à Tingkat dimana seseorang berhubungan dengan orang lain dengan kebaikan hati, kooperatif, memaafkan, pengertian, memberi rasa kepercayaan.
3.      Kehati-hatian à Tingkat dimana seseorang berperilaku secara  bertanggungjawab, gigih, dapat diandalkan dalam mencapai tujuan.
4.      Kestabilan emosi à Tingkat dimana seseorang bersikap tenang, antusias, merasa aman.
5.      Keterbukaan pada pengalaman à Tingkat dimana seseorang memiliki ketertarikan luas imajinatif, kreatif, bersedia mempertimbangkan ide baru.

Sikap2 dan Perilaku yang dipengaruhi kepribadian :
1.                        Lokus kontrol à Apakah mereka menempatkan penyebab utama pada diri sendiri atau pada penyebab dari luar.
  1. Lokus kontrol internal , mereka mengendalikan nasib diri sendiri.
  2. Lokus kontrol eksternal, mereka sebagai ‘bidak/wayang’ dari sebuah nasib.
2.                        Otoritarianisme à  Kepercayaan bahwa perbedaan kekuasaan dan status harus ada.
3.                        Machiavellianisme à Niccolo Machiavelli (abad 16) pengarang buku “The Prince” tentang mempertahankan dan memperbesar kekuasaan. Kecenderungan untuk mengarahkan sebagian besar perilaku  seseorang pada akuisi kekuasaan dan manipulasi terhadap orang lain untuk kepentingan pribadi.


 

Blogroll

Ini adalah aneka tugas kuliah yang saya kerjakan dan saya dapatkan saat kuliah Manajemen tahun 2006 hingga lulus. Hampir sepuluh tahun yang lalu. Koreksilah dahulu, cocokkan dulu dengan bahasannya dan jangan asal kopi-paste, karena bisa saja edisi bukunya berbeda sehingga soal-soalnya berbeda dan akhirnya jawabannya juga berbeda. Adanya gini, jangan minta lebih. Kalau mau perfect ya kerjakan sendiri. Tugas-tugas saya ini hanya sebagai penunjang yang fungsinya supporting, bukan sebagai tulang punggungnya. Gunakan dengan bijak, semoga bermanfaat.

About