Pages

Tampilkan postingan dengan label PTE Makro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PTE Makro. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2007

Makalah Makroekonomi : Sejarah PEMIKIRAN EKONOMI


A. Pendapat Klasik dan Revolusi Keynesian
            Ahli ekonomi klasik berdasar pada Hukum Pasar Say, yang menyatakan bahwa penawaran menciptakan permintaannya sendiri. Dalam bahasa modern, pendekatan klasik berarti upah dan harga fleksibel dengan cepat menghapus kelebihan permintaan atau penawaran dan mengembalikan kesempatan kerja penuh dan pemanfaatan kapasitas penuh. Dalam sistem klasik kebijakan makroekonomi tidak memiliki peran dalam menstabilkan ekonomi nyata, namun ia tetap menentukan jalan harga. Perubahan dalam AD mempengaruhi tingkat harga tapi tidak punya dampak berlanjut pada output dan kesempatan kerja. Fleksibilitas harga dan  upah menjamin bahwa tingkat pengeluaran riil cukup untuk mempertahankan full employment.
            Revolusi Keynesian mempostulatkan ketakfleksibelan harga dan upah, sehingga output dan pengangguran ditentukan oleh interaksi kekuatan penawarandan permintaan. Kebijakan moneter dan fiskal mempengaruhi baik harga dan output nyata.  Tidak ada mekanisme koreksi diri harga dan karenanya ekonomi dapat mengalami depresi atau inflasi yang panjang. Dalam sudut pandang Keynesian modern, kebijakan moneter dan fiskal bisa mengganti harga dan upah fleksibel, merangsang ekonomi dalam resesi, dan melambatkan AD selama ledakan untuk menghambat kecenderungan inflasi.
            Debat antara ahli ekonomi Keynesian dan Klasik berputar secara fundamental pada apakah perekonomian mempunyai kekuatan koreksi diri yang kuat dalam harga dan upah fleksibel yang membantu memelihara full employment. Pendekatan klasik umumnya menekankan pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan melupakan kebijakan stabilisasi siklus usaha. Ahli ekonomi Keynesian ingin mendukung kebijakan pertumbuhan dengan kebijakan moneter dan fiskal sesuai untuk menahan dampak siklus usaha.

B. Pendekatan Monetaris
            Monetarisme menyatakan bahwa penawaran uang adalah penentu utama dari pergerakan jangka pendek GDP nominal dan nyata dan juga pergerakan jangka panjang GDP nominal. Monetarisme berdasar pada analisis tren kecepatan uang untuk memahami dampak uang pada ekonomi. Kecepatan pendapatan dari uang (V) didefinisikan sebagai rasio dari dollar GDP yang mengalir pada stok M:
V = PQ = GDP
     M       M
V bukanlah konstanta – karena akan naik bersamaan suku bunga – monetaris menganggap pergerakannya reguler dan dapat diperkirakan. Dari definisi kecepatan muncul teori kuantitas dari harga:
P = kM dimana k = V
                                 Q
Teori kuantitas dari harga menganggap P hampir proporsional pada M.
            Aliran monetaris mengacu pada 3 prorosisi utama (a) pertumbuhan penawaran uang adalah penentu utama dari pertumbuhan GDP nominal (b) harga dan upah relatif fleksibel (c) ekonomi swasta stabil. Ketiga proposisi ini menunjukkan fluktuasi makroekonomi berasal dari pertumbuhan penawaran uang.
            Inti dari monetarisme dalam pemikiran makroekonomi berpusat pada pentingnya uang dalam menentukan permintaan agregat dan pada fleksibilitas relatif harga dari upah dan harga.

C. Makroekonomi Klasik Baru

            Mkroekonomi klasik baru berdasar pada dua hipotesa: harapan orang yang dibentuk secara efisien dan rasional, dan harga dan upah adalah fleksibel.Kritik pada makroekonomi klasik baru berpendapat bahwa harga dan upah tidak fleksibel dalam jangka pendek. Dan bahwa ramalan, terutama bahwa siklus usaha disebabkan oleh mispersepsi dan bahwa pengangguran siklus ada ketika orang kebingungan berhenti dari pekerjaan mereka, tampak tidak tepat sebagai penjelasan penurunan ekonomi serius.

Sabtu, 02 Desember 2006

RESUME MAKROEKONOMI SAMUELSON - NORDHAUS CHAPTER 26 (Ch. 9 Ind.Ed.)

Uang, Perbankan, dan Pasar Finansial
CHAPTER 9 (Ch. 26 English Ed.)


Uang dan Suku Bunga
Uang adalah segala sesuatu yang berfungsi sebagai alat tukar yang diterima umum.

Evolusi Uang :
Barter à Uang Komoditas à Uang Modern

Uang Modern
Di zaman modern sekarang ini, kita tidak menginginkan untuk mengkonsumsi uang secara langsung, namun kita menggunakannya dengan membuangnya. Membuangnya maksudnya menggunakannya dengan membelanjakannya.
Syarat Uang :
Ø  Mudah dibawa dan disimpan
Ø  Bisa dilindungi dari pemalsuan
Ø  Dapat diterima sebagai alat pembayaran

Komponen-komponen suplai uang :
»        Uang Transaksi (Sempit) – M1
Terdiri dari hal-hal yang sesungguhnya digunakan untuk transaksi dalam peredaran di luar bank ditambah. Merupakan tender legal yang harus diterima untuk semua pembayaran, umum ataupun swasta.
Komponen-komponen M1 :
º        Koin, meliputi koin-koin yang tidak dipegang oleh bank.
º        Uang kertas
º        Rekening Cek, yaitu dana yang disimpan di bank atau institusi finansial lainnya.
»        Uang Luas (Uang dekat / Dana cair)– M2
Aset sejenis yang merupakan pengganti sangat dekat untuk uang sempit. Uang luas tidak dikategorikan dalam uang sempit karena :
1.      Mereka tidak dapat digunakan untuk setiap pembelian
2.      Dapat ditukar menjadi uang dengan cepat Tanpa kehilangan nilainya.
Contoh uang luas :
1.      Deposito dalam rekening tabungan di bak
2.      Reksa dana pasar uang yang dijalankan oleh pialang
3.      Deposito dalam rekening deposito pasar uang yang dijalankan bank komersial.

Suku Bunga : Harga Uang
Bunga adalah pembayaran yang dilakukan untuk penggunaan uang.
Suku Bunga adalah jumlah bunga yang dibayarkan per unit waktu yang disebut sebagai presentase dari jumlah yang dipinjamkan.

Suku Bunga Riil vs Suku Bunga Nominal
Suku Bunga Riil
Suku Bunga Nominal
ü  Mengukur pengembalian investasi dalam ukuran barang dan jasa sebenarnya.
ü  Dikoreksi karena inflasi dan dihitung sebagai suku bunga nominal dikurangi tingkat inflasi.
ü  Mengukur pendapatan dalam uang per tahun per uang yang diinvestasikan.
ü  Suku bunga atas uang dalam ukuran uang.



Fungsi Uang
ð  Sebagai alat tukar
ð  Sebagai satuan hitung
ð  Sebagai alat penyimpan nilai

Ekonomi Keuangan
Ekonomi finansial adalah cabang ilmu ekonomi yang membahas tentang bagaimana para investor rasional harus mengalokasikan dana mereka untuk mencapai tujuan mereka dengan cara sebaik mungkin.
Aset Finansial adalah klaim moneter oleh satu pihak ke pihak yang lain.

Jenis-jenis utama aset :
X       Uang
X       Rekening tabungan, meliputi deposito dari bank yang biasanya dijamin pemerintah.
X       Sekuritas pemerintah, yaitu surat dagang dan obligasi pemerintah.
X       Ekuitas adalah hak kepemilikan atas perusahaan.
X       Derivatif Keuangan adalah bentuk baru dari instrumen finansial yang nilainya berdasarkan pada atau diturunkan dari nilai aset lainnya.
X       Dana pensiun mewakili kepemilikan dalam aset yang dipegang perusahaan atau rencana pensiun.

Teori Pasar Efisien
Efisiensi maksudnya informasi yang cepat diserap.
Pasar Keuangan efisien adalah pasar dimana semua informasi baru cepat dipahami oleh peserta dan segera tergabung dalam harga pasar.

Strategi Keuangan Personal
  1. Kenali investasi
Bersikap realistis dan cermat dalam keputusan investasi.
  1. Diversifikasi
Menempatkan dana dalam sejumlah investasi yang berbeda untuk mengurangi resiko.
  1. Pertimbangkan dana indeks saham biasa
Dana indeks adalah portfolio saham dari banyak perusahaan.
  1. Minimalkan biaya pajak yang tak diperlukan
  2. Cocokkan investasi dengan preferensi resiko

Meningkatkan ekspektasi laba dengan resiko yang ditanggung secara keuangan dan psikologis.

Senin, 27 November 2006

Resume Samuelson CHAPTER 5 (Ch. 21 English Ed.) : Mengukur Aktivitas Ekonomi


Produk Domestik Bruto : Ukuran Performa Perekonomian
PDB atau GDP (Gross Domestic Product) adalah total nilai pasar dari barang jadi dan jasa yang dihasilkan di dalam suatu negara selama satu tahun tertentu.
Ini merupakan angka yang anda dapatkan ketika kita menerapkan ukuran yang mengukur uang atas barang dan jasa. GDP merupakan pengukuran yang paling luas dari total output barang dan jasa suatu negara. Ini merupakan jumlah nilai dollar konsumsi (C), investasi bruto (I), pembelanjaan pemerintah atas barang dan jasa (G) dan ekspor netto (NX) yang dihasilkan suatu negara selama satu tahun tertentu. GDP digunakan untuk banyak tujuan, tetapi yang paling penting adalah mengukur keseluruhan performa suatu perekonomian.
Dalam simbol :
GDP = C + I + G + NX

Dua Ukuran Produk Nasional : Alur Barang dan Alur Penghasilan
Kita dapat mengukur GDP dengan dua cara ;
Ø  Pendekatan Alur Produk ( Pendekatan Produksi )
Dengan menghitung arus produk jadi, dapat dirumuskan dengan cara :
GDP = P1 + P2 + P3 + P4 + ... + P n
Ø  Pendekatan Penghasilan ( Pendekatan Pendapatan atau Biaya )
Dengan menghitung total biaya atau penghasilan dari input yang mneghasilkan output.
GDP = W + I + R + P
Laba adalah apa yang tersisa dari penjualan suatu produk setelah pembayaran biaya-biaya faktor lain.

Permasalahan “ Penghitungan Ganda ”
Suatu produk jadi adalah sesuatu yang dihasilkan dan dijual untuk konsumsi atau investasi. GDP tidak menyertakan barang antara atau barang setengah jadi yang merupakan barang-barang input yang digunakan untuk menghasilkan barang lain.

“ Nilai Tambah ” Pada Putaran Bagian Bawah
Nilai Tambah adalah selisih antara penjualan perusahaan dengan pembelian material dan jasa dari perusahaan lain.
Pendekatan nilai tambah :
Untuk menghidari penghitungan ganda, dengan berhati-hati kita harus memasukkan basrsng jadi saja dalam GDP dan tidak menyertakan barang-barang antara yang dipakai dalam pembuatan barang jadi.
Dengan mengukur nilai tambah pada masing-masing tahap, berhati-hati dalam mengurangi pengeluaran atas barang-barang antara yang dibeli dari perusahaan lain, pendekatan penghasilan putaran-putaran bagian bawah secara tepat menghindari semua perhitungan ganda dan mencatat upah, bunga, uang sewa, dan keuntungan persis hanya satu kali.

GDP Riil vs GDP Nominal
GDP Nominal
GDP Riil
Dihitung menggunakan harga yang berubah-ubah.
Dihitung menggunakan harga-harga yang konstan.

Ketika kita membagi GDP nominal dengan GDP Riil, kita mendapatkan Deflator GDP yang berlaku sebagai ukuran dari seluruh tingkat harga. Kita dapat menghitung GDP Riil dengan membagi GDP Nominal dengan Deflator GDP.

GDP Nominal (PQ) merupakan total nilai uang dan barang jadi dan jasa yang dihasilkan dalam satu tahun tertentu, dimana nilai-nilainya dinyatakan dalam harga-harga pasar setiap tahun.
GDP Riil (Q) menghilangkan perubahan-perubahan harga dari GDP nominal dan mneghitung GDP dengan harga-harga konstan. Deflator GDP tradisional (P) merupakan “harga GDP” dan ditetapkan sebagai berikut :
Q = GDP Riil = GDP Nominal = PQ
                          Deflator GDP       P
Untuk mengoreksi harga-harga relatif yang berubah dengan cepat, perhitungan nasional negara menggunakan timbangan rantai untuk menyusun GDP Riil dan indeks harga.
Produk Domestik Bruto adalah jumlah dari semua produk jadi. Bersama dengan barang-barang konsumsi dan jasa, kita juga juga harus memasukkan investasi bruto. Investasi netto sama dengan investasi bruto dikurangi depresiasi.
GNP merupakan total output yang dihasilkan dengan tanga kerja atau kapital yang dimiliki oleh oleh penduduk, dengan tenaga kerja dan kapital yang berlokasi dalam negara.
NDP sama dengan total output akhir yang dihasil di dalam suatu negara selama satu tahun, dimana output hanya meliputi investasi netto, atau investasi bruto dikurangi depresiasi :
NDP = GDP – Depresiasi
Indeks Harga dan Inflasi
Indeks harga merupakan suatu ukuran tingkat harga rata-rata. Inflasi merupakan kenaikan di dalam tingkat harga umum. Laju inflasi merupakan laju perubahan tingkat harga umum dan diiukur sebagai berikut :
Laju Inflasi :
Tingkat Harga (tahun t) – Tingkat Harga (tahun t-1) x 100
Tingkat Harga (Tahun t-1)
Suatu indeks harga merupakan rata-rata penimbangan harga dari sejumlah barang dan jasa. Yang terpenting dari indeks harga adalah Indeks Konsumen, deflator GDP, dan Indeks Harga Produsen.
Indeks Harga disusun dengan memberi bobot setiap harga menurut kepentingan ekonomi dan komoditas yang sedang dibicarakan.

The Producer Price Index (PPI)
Timbangan tetap yang digunakan untuk menghitung PPI adalah penjualan netto dari setiap komoditas. Karena detilnya yang besar, indeks ini digunakan secara luas oleh bisnis.


Sabtu, 25 November 2006

Resume Makroekonomi Samuelson CHAPTER 6 (Ch. 22 English Ed.) : Konsumsi dan Investasi


Konsumsi adalah pengeluaran oleh rumah tangga atas barang jadi dan jasa.
Tabungan adalah bagian dari pendapaatn pribadi setelah pajak yang tidak dikonsumsi.

Konsumsi, Pendapatan, dan Tabungan
Tabungan Pribadi adalah bagian dari pendapatan setelah pajak yang tidak dikonsumsi, tabungan sama dengan pendapatan dikurangi konsumsi. Kajian ekonomi telah menunjukkan bahwa pendapatyan merupakan penentu utama dari konsumsi dan tabungan. Hubungan ini ditunjukkan dengan :
ü  Fungsi Konsumsi menghubungkan Konsumsi dan Pendapatan
ü  Fiungsi Tabungan menghubungkan tabungan dengan pedapatan

Fungsi Konsumsi
Fungsi Konsumsi menunjukkan hubungan antara tingakat pengeluaran konsumsi dengan tingakat pendapatan pribadi yang siapa dibelanjakan. Kelebihan konsumsi atas pendapatan disebut dissaving.
Dalam grafik, pada titik manapun pada garis 45’, konsumsi sama persis dengan pendapatan dan rumah tangga memiliki tabungan nol. Keadaan ini disebut Break Even Point. Ketika fungsi konsumsi terletak diatas garis 45’, rumah tangga sendiri memiliki tabungan positif. Jumlah dissaving atau tabungan selalu diukur dengan jarak vertikal antara fungsi konsumsi dan gari 45’.

Fungsi Tabungan
Fungsi tabungan meninjukkan hunbungan antara tingkat tabungan dan pendapatan.
  
Kecenderungan Marginal Untuk Mengkonsumsi
Konsep ini disebut The Marginal Propensity to Comnsume atau MPC. MPC adalah jumlah ekstra yang dikonsumsi orang ketika mereka menerima dollar ekstra dari pendapatan setelah pajak.
Slope fungsi konsumsi, yang mengukur perubahan dalam konsumsi setiap perubahan dollar pada pendapata setelah pajak, merupakan kecenderungan marginal untuk mengkonsumsi.

Kecenderungan Marginal Untuk Menabung
Kecenderungan marginal untuk mengkonsumsi diiringi oleh bayangan cerminnya, The Marginal Propensity to Save atau MPS. Kecenderungan marginal untuk menabung didefinisikan sebagai bagian dari dollar ekstra dari pendapatan setelah pajak yang masuk ke tabungan ekstra.

Pada tingkat pendapatan berapapun, MPS dan MPC harus selalu berjumlah persis 1, tidak lebih tidak kurang. Dimanapun dan selalu MPS = 1 – MPC.

Perilaku konsumsi dan tabungan merupakan kunci untuk memahami pertumbuhan ekonomi dan siklus bisnis. Baik observasi maupun kajian statistik menunjukkan bahwa tingkat pendapatan setelah pajak saat ini merupakan faktor sentral yang menentukan konsumsi suatu negara.
Penentu lebih jauh yang penting dari jumlah konsumsi adalah kekayaan. Fakta bahwa kekayaan yang lebih tinggi menyebabkan konsumsi yang lebih besar disebut efek kekayaan.

Investasi
Investasi memainkan dua peran dalam ilmu ekonomi ;
¦ Sebagai komponen pembelanjaan yang besar dan mudah berubah, investasi seringkali mengarah pada perubahan dalam keseluruhan permintaan dan siklus bisnis.
¦ Sebagai akumulasi modal yang menambah output potensial dan mengembangkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Revenue
Invesatasi akan memberikan perusahaan revenue tambahan jika investasi itu membantu perusahaan menjual lebih banyak produk.

Biaya
Karena barang-barang investasi dapat bertahan selama bertahun-tahun, maka mempoerhitungkan biaya invesati agak lebih rumit daripad amemperhitungkan biaya untuk komodiyas yang lain

Ekspektasi
Elemen ketiga dalam penentu investasi adalah ekspektasi laba dan kepercayaan bisnis. Investasi, tertama sekali, merupoakan spekulasi atas masa depan, suatu taruhan bahwa revenue dari suatu investasi akan melebihi biayanya.
Bisnis berinvesatasi untuk memperoleh laba. Karena barang modal dapat bertahan bertahun-tahun, keputusan investasi bergantung pada :
¨      Permintaan untuk output yang dihasilkan oleh investasi baru.
¨      Suku bunga pajak yang mempengaruhi biaya investasi
¨      Ekspektasi bisnis mengenai keadaan perekonomian.

Untuk menunjukkan hubugan antara suku bunga dan investasi, para ekonom menggunakan skedul yang disebut kurva penmintaan investasi.

Senin, 06 November 2006

Makalah Makroekonomi : TEORI DAN KEBIJAKAN PERTUMBUHAN EKONOMI


A. Teori-teori Pertumbuhan Ekonomi
        Pertumbuhan ekonomi menggambarkan ekspansi GDP potensial atau output nasional negara. Analisis mengenai pertumbuhan ekonomi meneliti  faktor-faktor yang menyebabkan pertumbuhan output potensial dalam jangka panjang. Pertumbuhan output per kapita merupakan sasaran penting pemerintah karena berkaitan dengan peningkatan rata-rata riil pendapatan dan standar-standar hidup.
            Dengan meninjau kembali pengalaman bangsa-bangsa tanpa memperhatikan ruang dan waktu, dapat dilihat bahwa ekonomi bergulir dengan empat roda pertumbuhan ekonomi, yaitu: (a) kuantitas dan kualitas tenaga kerja, (b) keberlimpahan lahan dan sumber daya alam lainnya, (c) persediaan modal terakumulasi, dan mungkin yang paling penting, (d) perubahan teknologi dan inovasi yang memungkinkan adanya output yang lebih besar yang diproduksi dengan input yang sama. Seringkali para ekonom membahas hubungan itu sebagai fungsi produksi agregat (Aggregate Production Function / APF), yang menghubungkan total output nasional dengan input dan teknologi. Secara aljabar APF adalah:
Q = AF (K, L, R)
dimana Q = output, K = jasa-jasa produktif modal, L = input tenaga kerja, R = input sumber daya alam, A menggambarkan tingkat teknologi dalam ekonomi, dan F adalah fungsi produksi.
            Model-model klasik Smith dan Malthus menguraikan perkembangan ekonomi dari sudut pandang lahan dan jumlah penduduk. Ekuilibrium Malthusian tercapai apabila tingkat upah turun ke taraf nafkah hidup cukup, yang jika di bawah taraf itu penduduk tidak dapat menopang hidupnya. Akan tetapi, pada kenyataannya perubahan teknologi mempertahankan kemajuan perkembangan ekonomi di negara industri dengan terus menggeser produktivitas tenaga kerja ke atas.
            Akumulasi modal dengan tenaga kerja komplementer merupakan inti dari teori pertumbuhan modern dalam model pertumbuhan neoklasik. Pendekatan ini menggunakan alat yang dikenal sebagai fungsi produksi agregat, yang menghubungkan input dan teknologi dengan total GDP potensial. Tanpa perubahan teknologi dan inovasi, peningkatan modal per buruh (pendalaman modal) tidak akan diimbangi oleh peningkatan output per buruh yang proporsional karena berkurangnya keuntungan atas modal. Karena itu, penumpukan modal akan menurunkan tingkat keuntungan atas modal (sama dengan suku bunga riil dalam persaingan bebas risiko) meskipun meningkatkan upah riil. 

B. Kebijakan Pertumbuhan dan Stabilitas
            Anggaran belanja adalah sistem yang digunakan oleh pemerintah dan organisasi untuk merencanakan dan mengontrol pengeluaran dan penerimaan. Anggaran belanja adalah surplus (atau defisit) ketika pemerintah memiliki penerimaan yang lebih (atau kurang) dari pengeluaran. Kebijakan makroekonomi bergantung pada kebijakan fiskal, yang mencakup keseluruhan pembelanjaan dan pajak.


            Keuangan publik modern membedakan antara defisit struktural dan siklikal. Idenya sederhana: bagian struktural anggaran belanja aktif,yang ditentukan oleh kebijakan seperti kebijaksanaan berkenaan dengan taraf pajak, pekerjaan umum atau pengeluaran pendidikan, atau ukuran pembiayaan pertahanan. Sebaliknya, bagian siklikal dari anggaran belanja ditentukan secara pasif oleh keadaan siklus bisnis, yaitu sejauh mana tingkat pendapatan dan output nasional tinggi atau rendah.
            Anggaran belanja aktual mencatat pengeluaran aktual, penghasilan dan defisit pada waktu tertentu. Anggaran belanja struktural menghitung apa yang akan terjadi dengan penghasilan, pengeluaran, dan defisit pemerintah jika perekonomian dioperasikan pada output potensial. Anggaran belanja siklikal adalah perbedaan antara anggaran belanja aktual dan anggaran belanja struktural. Anggaran belanja siklikal menghitung dampak siklus bisnis pada anggaran belanja, memasukkan efek siklus pada penghasilan, pengeluaran, dan defisit. Untuk mengkaji kebijakan fiskal, kita harus memperhatikan defisit struktural; perubahan dalam defisit siklikal adalah hasil perubahan ekonomi, sementara defisit struktural adalah penyebab perubahan ekonomi.
            Negara-negara menghadapi dua pertimbangan dalam menentukan kebijakan moneter dan fiskal; tingkat yang sesuai dari permintaan agregat dan campuran moneter-fiskal. Campuran kebijakan moneter dan fiskal membantu menentukan komposisi dari GDP. Strategi investasi tinggi membutuhkan anggaran surplus dengan tingkat bunga riil yang rendah.
            Setelah revolusi Keynesian, banyak ahli ekonomi memiliki harapan tinggi pada kebijakan stabilisasi counter siklikal. Dalam prakteknya, kebijakan fiskal terbukti meruoakan alat yang sulit dipakai, terutama karena kesulitan meningkatkan pajak dan memotong pengeluaran pada masa inflasi.
            Tren saat ini pada negara-negara adalah penargetan inflasi bagi kebijakan moneter, yang merupakan sistem fleksibel berdasar aturan yang menentukan target inflasi jangka menengah sementara mengijinkan adanya fleksibilitas jangka pendek ketika kejutan ekonomi membuat upaya mempertahankan target inflasi kaku terlalu mahal.
            Kemampuan suatu negara dalam meningkatkan standar hidupnya sepanjang waktu tergantung hampir sepenuhnya pada kemampuannya untuk meningkatkan teknologi dan modal yang digunakan angkatan kerjanya. Mendorong pertumbuhan ekonomi melibatkan pemajuan teknologi. Peran utama dari pemerintah adalah menjamin pasar bebas, melindungi hak milik intelektual, mendorong kompetisi ketat, dan mendukung ilmu dan teknologi dasar.

 

Blogroll

Ini adalah aneka tugas kuliah yang saya kerjakan dan saya dapatkan saat kuliah Manajemen tahun 2006 hingga lulus. Hampir sepuluh tahun yang lalu. Koreksilah dahulu, cocokkan dulu dengan bahasannya dan jangan asal kopi-paste, karena bisa saja edisi bukunya berbeda sehingga soal-soalnya berbeda dan akhirnya jawabannya juga berbeda. Adanya gini, jangan minta lebih. Kalau mau perfect ya kerjakan sendiri. Tugas-tugas saya ini hanya sebagai penunjang yang fungsinya supporting, bukan sebagai tulang punggungnya. Gunakan dengan bijak, semoga bermanfaat.

About