Pages

Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Moneter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Moneter. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 September 2007

Materi Kuliah Ekonomi Moneter : Supplement Monetary Policy


  1. Mengubah cadangan dari lembaga keuangan (bank) à liat penjelasan bab 14 ttg proses penciptaan uang
  2. Mengubah tingkat bunga à peningkatan dalam pembelian bond à harga bond meningkat (interest rate)
  3. Mengubah expektasià keputusan BI untuk melakukan operasi pasar akan mampu mengubah ekspektasi pebisnis menyangkut dampak dari OMO di masa depan. Dalam hal ini, terjadi ”ketidaksepakatan” intepretasi diantara mereka.

            Contoh : Pembelian bond oleh BI
  • Satu pihak: memandang bahwa hal tesebut sebagai suatu kebijakan yang moneter    expansive à menurunnya tingkat bunga à meningkatkan produksi dan investasi  dan konsumsi.
  • Di pihak lain:  hal itu dipandang sebagai sinyal terjadinya peningkatan jumlah uang beredar,dan langkah antisipasi terjadinya inflasià meningkatnya suku bunga kredit à inestasi dan konsumsi akan menurun

Beberapa Ukuran dari Cadangan & Monetary Base:

Kunci keberhasilan dari kebijakan moneter oleh bank sentral adalah bagaimana ia mampu mempengaruhi cadangan dan atau proses multiplier uang.
Beberapa ukuran cadangan:

Monetary Base/ uang inti/high-powered money:
TR +C (=Total reserve + currency in circulation( currency yang dipegang oleh public)

Excess Reserve : TR – RR

Borrowed reserve (BR):
 Cadagan bank yang diperoleh dari pinjaman BI

NBR : TR – BR

Nonborrowed base = MB – BR

Free Reserve (FR) = BR – ER


Discount windows dipertimbangkan, karena:
Announcement effect : dg mengubah tingkat bunga, maka BI dapat memberikan sinyal bahwa kuat tentang suatu hal, dan diharapakan masyarakat berekasi seperti yang diinginkan.

Tingkat bunga meningkat berarti:
a.      Kebijakan yang ketat/kontrakatif,atau
b.      “Pengakuan” ketidakmampuan BI dalam menahan  inflasi..?

“Lemahnya discount rate policy:
Meningkatnya tingkat bunga dipandang sbg tight money policy, yg mrp unpopular policy à berdampak negarif pada sektor2 lain
Changes in the discount rate à bank suka pinjam ke BI
Other Cost

Bank sulit nyalurkan kredit..

Sabtu, 22 September 2007

Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter


1. Traditional Interest-Rate Channel:
2. Other Asset Price Channels:
Exchange Rate Effects on Net Export

·        Tobin’s q Theory àhow monetary policy can affect the economic through its effects on the valuation of equities(stock):

M à Pe à q à I à Y

 
·       

M à Pe à Wealth à C à Y

 
Wealth Effect:



3. Credit View
·        Bank Lending Channel:

M à bank deposits à bank loans à I à Y

 
 





·        Balance Sheet Channel

M à Pe à adverse selection, moral hazard à lending à I
à Y

 
 





·        Cash Flow Channel:

M à i à cash flow  à adverse selection, moral hazard à lending à I à Y

 
 





·        Unanticipated Price Level Channel:

M à unanticipated P à adverse selection, moral hazard à lending à I à Y

 
 





·        Household Liquidity Effects:

M à Pe à financial assets à likelihood of financials distress à consumers durable and housing expenditure à Y

 
 


Minggu, 16 September 2007

The Quantity Theory of Money and Aggregat Demand (Miller, p:452)


1. Classical Theory of demand for money

Faktor penentu penting dari price level dalam sebuah perekonomian adalah:

The Quantity of Money Circulation

sehingga:

Kunci utama untuk mengetahui/memahami (perilaku) price level adalah dengan memahami:

”How much money all households
desired to hold?”
Analysis price level determination
 



Theory demand for money
 



Quantity theory demand for money


Quantity Theory Demand for Money
      Irving Fisher                              Alfred Marshall
 



Equation of Exchange                 Cambridge Equation
       MV = Py                                Md = k Py

Text Box: • Money as:  Medium of exchange
• Motives for holding money:
ü Transaction motive
ü Precautinary motive
 


                                              The Classical Aggregat
                                                           Demand Schedule
                                                                Yd = M0/kP    

Appendix:

 1. Aggregat Demand Schedule:
Cambridge equation: Md = kPy ………(1)
Nominal money supply lewat kebijakan bank sentral adalah : Ms = Mo
Dalam kondisi Equilibrium;  Ms = Md, maka persamaan (1) menjadi :  Mo = kPy  à  yd = M0/kP

2. Price Level Determination:
In the classical model, output is supply-determined, and so:  ys = yo, full employment output level
Dalam kondisi equilibrium: ys = yd, maka:
yo = Mo/(kP) à P = Mo/(kyo)

3. Velocity in the Classical Model
Cambridge:
M = kPy à M/k = Py …………. (a)
Fisher:               MV = Py …………. (b)
Substitusi a&b, sehingga:

M/k =MV  à  v = 1/k

Sabtu, 15 September 2007

Matriks Pengedaran Uang di Beberapa Negara



No.



SIN
MAS
PHIL
THA
KOREA
1
Penerbitan Uang
Monetary Authority of Singapore(MAS)
Bank Negara Malaysia(BNM)
The Bangko Sentral ng Philipina
Uang kertas oleh Bank of Thailand
Uang logam oleh Dep.Keu
Bank of Korea (BOK)
2
Pencetakan
Uang kertas: Thomas de La Rue
Uang logam: The Sigapore Mint
Uang kertas di cetak di LN
Uang logam oleh The Royal Mint of Malaysia dibawah pengawasan BNM
Security Printing Complex yang dimiliki oleh BSP
Uang logam oleh The Royal Thai Mint, uang kertas oleh The Note Printing Corporation
Korea Minting and security Printing Corporation(KOMSEP)
3
Distribusi
Uang kertas oleh MAS, Uang logam oleh The Singapore Precision Industries Pte Ltd.
Meps Curency Management SDN Bhd (MCM) dgn pengawasan langsung dari BNM
BSP
Treasury Departement uang Logam, uang kertas olah Banknote Management Centers
BOK
4.
Kebijakan persediaan
MAS memelihara minimum persedian. uang kertas slm 2 thn dan uang logam selama 1 thn.
BNM memelihara persed. 18 bln rata-rata kebutuhan uang
BSP memelihara 12 bulan rata-rata kebutuhan uang
Bank of Thiland memelihara persed. sekitar 2-4 bln rata-rata kebutuhan uang
BOK amemelihara persed. sebesar 3 bln kebutuhan uang
No.



SIN
MAS
PHIL
THA
KOREA
5
Penggantian uang rusak
Oleh bank komersial mengikuti pedoman MAS
BNM
Cash Departemen-BSP
Uang logam oleh Dep.Keu, uang kertas oleh Bank of Thiland
BOK
6
Penanganan Uang Palsu
Sosialisasi/publikasi kpd masyarakat mengenai karakteristik dan tanda pengaman pada uang asli
BNM bekerjasama dg pihak polisi
BSP bekerjasma dgn kepolisian dan interpol
Bank of Thailand bekerjasama dg kepolisian
BOK mengembangkan teknik pengaman danmelakukan publikasi/sosialisasi keaslisan uang
7
Tanda Pengaman
Tanda pengaman pada uang kertas
Tanda pengaman pada uang kertas
Tanda pengaman pada uang kertas
Tanda pengaman pada uang kertas
Tanda pengaman pada uang kertas
8
Reserve ssets
Peredaran uang dijamin dgn asset 100%
BNM diwajibkan menyediakan minimum cadangan sebesar 80.59% berupa asset luar negeri

Uang harsus diback-up dengan asset minimal 60% dari nilai total uang yang diterbitkan
Tidak wajib
9
Design/tema
Design oleh Singapore Note and Coin advisory Comitee degana persetujuan MAS

BSP dengan persetujuan presiden

Design oleh BOK
10
Denominasi
3 seri uang kertas dengan variasi denominasi dan 2 seri uang logam dengan variasi denominasi
3 seri uang kertas dengan variasi denominasi dan 2 seri uang logam dengan variasi denominasi
Pecahan uang kertas dan pecahan uang logam dengan variasi denominasi
Pecahan uang kertas dan pecahan uang logam dengan variasi denominasi
Pecahan uang kertas dan pecahan uang logam dengan variasi denominasi



 

Blogroll

Ini adalah aneka tugas kuliah yang saya kerjakan dan saya dapatkan saat kuliah Manajemen tahun 2006 hingga lulus. Hampir sepuluh tahun yang lalu. Koreksilah dahulu, cocokkan dulu dengan bahasannya dan jangan asal kopi-paste, karena bisa saja edisi bukunya berbeda sehingga soal-soalnya berbeda dan akhirnya jawabannya juga berbeda. Adanya gini, jangan minta lebih. Kalau mau perfect ya kerjakan sendiri. Tugas-tugas saya ini hanya sebagai penunjang yang fungsinya supporting, bukan sebagai tulang punggungnya. Gunakan dengan bijak, semoga bermanfaat.

About